HELOINDONESIA.COM - Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok maupun harga bahan pokok sembako di pasar saat menjelang bulan puasa Ramadan 1446 Hijriyah (H).
Baca juga: Para Pejabat Pemkot Bandarlampung Kompak Terjun ke Lokasi Banjir
Walikota Jakarta Pusat Arifin masuk ke dalam Pasar Johar Baru yang berada di, Jalan Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat (Jakpus) tadi siang, Kamis (27/2/2025).
Tampak terlihat, orang nomor satu dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) ini bersemangat mendatangi pedagang Pasar Johar Baru mengenakan kemeja batik lengan panjang bercelana hitam didampingi Asekbang Bakwan Ginting dan Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Johar Baru Rudi Suherman dengan berdialog bersama pedagang dan pengunjung pasar.
Baca juga: Rekomendasi WHO Tentang Tanaman Herbal dalam Menjaga Kesehatan dan Meningkatkan Imunitas Tubuh
Disela-sela blusukan ke Pasar Johar Baru Arifin juga membeli beras dari salah satu pedagang Pasar Johar Baru. "Terima Kasih Pak Wali sudah beli beras saya," ujarnya terharu.
Baca juga: Tebing Longsor Tutup Jalan Depan TPI dan Samping Kuburan Cina Lempasing
Kepada Wartawan Arifin mengaku, secara umum harga-harga yang ada di Pasar Johar Baru naik. Meski begitu, masih terkendali dan terjangkau. Namun peningkatan harga yang paling signifikan yaitu cabai.
Baca juga: Banjir Besar ke-3 Kembali Kepung Bandarlampung 2 Bulan Ini
“Untuk Cabai rawit merah naik sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000, kemudian ada juga cabai keriting naik sekitar Rp 10.000,” ucapnya.
Baca juga: Kirim Barang Hemat dengan Diskon Ongkir 10 Persen dari SNG Cargo
Selain itu, sambung Arifin, harga telur juga mengalami peningkatan sekitar Rp 3.000 per kilogram, sehingga mencapai Rp 30.000. kemudian harga ayam hanya meningkat Rp 1.000 per kilogram. “Namun, untuk daging masih normal dan stabil,” ujarnya.
Baca juga: Segera Dieksekusi, PN dan BPN Kendal Lakukan Pengukuran Lahan Sengketa di Kaliwungu
Lanjut mantan Kasatpol PP ini menambahkan, untuk kenaikan harga tersebut tidak memberatkan para pembeli. “Tadi saya juga berdialog langsung dengan konsumen, mereka mengatakan bahwa harganya masih terjangkau secara umum,” pungkasnya.
Baca juga: Rakolwil PEKNAS Jatim: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Untuk ketersedian stok bahan pokok pada umumnya banyak tersedia, kata Arifin karena kenaikan ini memang terjadi ketika memasuki bulan Ramadan karena banyak masyarakat yang berbelanja sehingga kebutuhannya meningkat.
Baca juga: Dokter Halle Berry salah Mendiagnosis Gejala Perimenopause yang Dialaminya sebagai Herpes
“Memang basanya begitu kalau terjadi peningkatan harganya sedikit naik. Nanti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menyikapi seperti operasi pasar," tambahnya. (*/is) ***
