Helo Indonesia

Banjir Besar ke-3 Kembali Kepung Bandarlampung 2 Bulan Ini

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 27 Februari 2025 20:07
    Bagikan  
BANJIR
HELO LAMPUNG

BANJIR - Perahu karet dioperasikan untuk mengevakuasi warga (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Banjir besar yang ketiga kembali mengepung Kota Bandarlampung dalam dua bulan terakhir ini pada Kamis sore (27/2/2025), pukul 17.00 WIB. Banjir paling parah di Rajabasa dan Telukbetung.

Di Telukbetung, banjir akibat meluapnya Sungai Sukamaju. Air meluber ke kawasan permukiman dan SMPN 27 hingga setinggi dengkul orang dewasa di Umbul Kunci, Keteguhan, Telukbetung Timur.

Di Rajabasa, banjir merendam Jalan Pramuka, Rajabasa, Perumahan Glora Persada hingga Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, tepatnya di depan Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung (UBL).

Way Kandis kembali meluap hingga menggenangi sebagian rumah pinggir sungai. Menurut Ketua RT 12 Lingkungan 2, Kelurahan Rajabasa Raya, Haryono, luapan Way Kandis ini kiriman dari Kemiling.

Tak hanya di Kota Bandarlampung, banjir juga terjadi di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran yang berbatasan dengan Kota Bandarlampung.

BANJIR 1

Kota Bandarlampung dikepung banjir selama dua jam lebih pada Jumat (17/1/2025), pukul 16.00 WIB. Sungai Sumur Putri hingga Kali Belau (Telukbetung) dan Way Lunik (Panjang) meluap hingga ada rumah yang nyaris tenggelam di tepi kedua sungai.


BANJIR 2

Akibat hujan deras semalaman sejak Jumat (21/2/2025), pukul 20.00 WIB, beberapa lokasi banjir belum surut di Kota Bandarlampung hingga Sabtu siang (22/2/2025). BPBD Provinsi Lampung mencatat ada 23 titik banjir.

Daerah yang sebelumnya tak banjir, hujan deras kali airnya masuk rumah seperti yang dialami Andri, wartawan Medianasional.id yang tinggal di Jalan Kamboja, Enggal. Air menggenangi rumahnya dari malam hingga siang.

Berdasarkan pendataan kepolisian, total rumah terdampak banjir sebanyak 1.524 rumah yang tersebar di 9 kecamatan. Paling parah, banjir di Perumahan Tanjung Raya Permai dan Arinda (Tanjungsenang) serta Sepang Jaya dan Persada Kalibalau Kencana (Kedamaian)

Selain banjir, sejumlah talut roboh, longsor, dan pohon tumbang. Korban tewas ada tiga warga yang terdiri dari suami-isteri di Gedong Air dan ibu rumah tangga yang terbawa arus setelah mobilnya masuk got di Campang Raya

BPBD, Damkarmat, Pol PP, dan DLH Kota Bandarlampung terjun mengevakuasi warga dengan perahu karet, membersihkan lumpur banjir, hingga menarik beberapa mobil yang terjebak banjir, kata Kadis Damkarmat Anthony Irawan. (Hajim/HBM)