HELOINDONESIA.COM - Ucapan pedas Rocky Gerung terhadap Presiden Jokowi masih terus menjadi polemik, dan para pendukung Jokowi masih sangat emosi. Di berbagai tempat terjadi pencegatan terhadap Rocky Gerung, karena mereka menganggat akademisi itu menghina Presiden Jokowi.
Anggota Komisi III DPR Benny K Harman juga banyak ditanya dan harus menjelaskan berbagai pertanyaan diminta menjelaskan Rocky Gerung itu mengkritik atau menghina.
“Ada yg tanya pendapat saya ttg kasus Rocky Gerung apakah itu penghinaan atau kritik. Saya jawab, kritik Rocky itu adalah kritik kekuasaan bukan kritik pribadi. Karena beliau Presiden pilihan rakyat, kekuasaan yg ada padanya berasal dari rakyat bukan dari Tuhan,” kata Benny di Twitter.
Menurutnya, karena dari rakyat asalnya maka rakyat silahkan mengkritik setajam-tajamnya dan sekejam-kejamnya. Sekasar mungkin juga silahkan. Rocky telah melakukan itu dengan cerdas. Intelektual lainnya melempem.
Baca juga: PKS Tolak MK Putuskan Syarat Umur Capres Cawapres 35 Tahun: Serahkan ke DPR Saja
“Presiden marah? Presiden merasa terhina? Yakin, tidak. Malah perasaan saya, dia senang dn menikmatinya. Yg merasa dihina dn mungkin marah sekali adalah para pemujanya,” tandas politisi Demokrat itu.
Mungkin juga mereka (pemuja Jokowi) yang menikmati manfaat banyak dari posisi beliau. Wajar sekali. Justeru aneh kalo para pemujanya diam saja. Namun harus melawan dengan cara cerdas juga.
“Jangan ancam2an karena yg dikritik adalah presiden bukan Pak Jokowi pribadi. Kalo yg dihina pak Jokowi pribadi, jangankan kamu para pemujanya, akupun yg menjadi oposisinya naik pitam,” katanya.
Baca juga: Sudah Bulat Ingin Nyusul Messi di MLS, Sergio Ramos Ogah Perpanjang Kontrak di PSG
Dia menandaskan, sekarang ini mencari orang yang mau dan berani kritik kekuasaan di zaman sekarang sulitnya setengah mati sesulit memasukkan burung oenta ke lubang jarum.
Perlu insentif khusus disediakan dgn menciptakan iklim sosial yang sehat agar kritik kekuasaan bisa tumbuh dan berkembang. Kritik dan para pengkritik yg bermutu hanya tumbuh jika ada iklim politik yg sehat dan demokratis.
“Hentikankan lah upaya membuli dan kriminalisasi terhadap para pengkritik,” tandas Benny K Harman, anggota DPR darin Fraksi Demokrat. (*)
(Winoto Anung)
