HELOINDONESIA.COM - Dituding sebagai anggota intelijen dari TNI dan Polri, seorang aktivis perempuan Papua, tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Jasad Michelle Kurisi Doga (31) ditemukan terkubur dengan ditutupi dedaunan di Distrik Kolawa, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pengunungan, Kamis (31/8).
Sebelum ditemukan tewas, sebuah video berisi klaim KKB telah membunuh Michelle Kurisi di Distrik Kimbim, Kabupaten Jayawijaya beredar sejak Selasa (29/8).
Video tersebut diduga datang dari KKB di wilayah Nduga yang merupakan anak buah dari Egianus Kogoya.
Dalam video tersebut, KKB menuding Michelle sebagai anggota intelijen atau mata-mata dari TNI-Polri yang ingin mengambil data kelompok mereka.
Namun Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Letkol Inf Johanis Perinussa membantah tudingan tersebut.
"TNI tidak pernah menjadikan Orang Asli Papua (OAP) sebagai agen atau mata-mata, dan korban murni masyarakat sipil," katanya dilansir dari kompas.com.
Baca juga: OPM Klaim Bunuh 3 Aparat di Pegunungan Bintang, 1 Nyawa untuk Jokowi, 2 untuk Prabowo dan Megawati
Patut diketahui, Michelle Kurisi Doga (31) adalah seorang aktivis yang fokus memperjuangan perempuan, anak-anak, dan para pengungsi korban konflik bersenjata di Papua.
Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letnan Kolonel Cpn Athenius Murip yang memimpin proses evakuasi terhadap jenazah Michelle mengungkapkan, Michelle merupakan seorang perempuan asli Papua.
”Michelle merupakan cucu Kepala Suku Silo, salah satu tokoh masyarakat di Jayawijaya. Dia dikenal luas oleh para tokoh pemerintah dan tokoh masyarakat Papua sebagai aktivis perempuan yang pemberani,” jelas Athenius, dikutip dari Kompas.id.
Dilansir dari situs Tentara Nasional Indonesia, Silo yang bernama lengkap Silo Sukarno Doga merupakan kepala suku besar di wilayah Pegunungan Tengah, Kabupaten Jayawijaya.
Baca juga: KKB Papua Adalah Organisasi Sparatis dan Teroris, Kemenlu Jangan Sampai Kalah di Media Sosial
Silo dan kepala suku lainnya menyatakan Papua bergabung ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada masa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.
Michelle juga diketahui sempat menempuh pendidikan di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Ia juga dikenal sebagai tokoh perempuan dari La Pago, sebuah wilayah adat yang berada di Provinsi Papua Pegunungan.
Aksi kejam KKB ini mendapat kecaman keras dari Polda Papua. Mereka menyebut KKB tidak berperikemanusiaan.
Baca juga: Anak Buah Buka Suara, Pimpinan KKB Papua Kena Getahnya, Ikut Ditangkap dan Dipenjara
"Aksi keji yang dilakukan oleh KKB karena apa yang dilakukan tidak berperikemanusiaan apalagi dilakukan terhadap seorang wanita orang asli papua," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo seperti dilansir dari detik.com, Jumat (1/9).
Benny mengungkapkan Polda Papua masih menyelidiki kasus pembunuhan ini. Dia menegaskan polisi bakal segera menangkap pelaku penembakan Michelle.
"Polda Papua akan mengungkap pelakunya dan kami meminta kepada seluruh pihak untuk serahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian," imbuhnya.
