BPBD Kabupaten Semarang Rintis Pembentukan Kencana

Kamis, 10 Oktober 2024 17:27
Usai pelatihan para peserta foto bersama Kepala Pelaksana Harian BPBD Alexander Gunawan Tribiantoro. ist

HELOINDONESIA.COM - Dalam upaya memitigasi risiko bencana, pembentukan rintisan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa nantinya disetiap Kecamatan di Kabupaten Semarang bakal memiliki rencana dan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi ancaman bencana.


Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) adalah program bentuk penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kecamatan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang selaku stakeholder yang melibatkan pelayanan pemerintahan ditingkat Kecamatan dan sejumlah relawan dari berbagai organisasi.



Kepala Pelaksana Harian BPBD Alexander

Gunawan Tribiantoro berharap para

pemangku kepentingan di tingkat

kecamatan dapat mengambil langkah

pertama penanganan bencana dengan

cepat. Sehingga dapat menekan potensi

kerugian maupun korban sekecil

mungkin.

Baca juga: Polisi Dalami Kebakaran Taman Wisata Bunga Celosia, Ada Dugaan Kelalaian Karyawan Resto

"Camat dapat mengakomodir para relawan untuk berdiskusi dan mengambil langkah-langkah awal penanganan (bencana)," kata Alex saat ditemui dikantornya, Kamis (10/10/2024).  


Alexander menambahkan, Kencana nantinya

akan menjadi kepanjangan tangan dari BPBD.

Sehingga penanganan kejadian bencana

akan lebih cepat teratasi, tepat dan efektif.


Pelatihan bantuan hidup dasar digelar

oleh Relawan Jagaddhita Bergerak (RJB)

dan Satuan Emergency Relawan

Indonesia (SERI) bekerja sama dengan

Pusat Krisis Kemenkes RI serta

Kecamatan Tuntang. Setidaknya 55

relawan dari berbagai komunitas di

Kabupaten Semarang menjadi peserta

aktif dalam pelatihan tersebut.

Baca juga: Dua Petembak Jateng Peraih Medali PON XXI Terima Apresiasi dari Pemkab Sragen

Camat Tuntang Aris Setyawan yang juga

hadir pada acara tersebut berharap materi

pelatihan dapat meningkatkan

kompetensi para relawan menangani

korban bencana. 


"Pasti pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para relawan untuk ikut menangani para korban bencana," tandas Aris. (Arief Djoko).

Berita Terkini