HELOINDONESIA.COM - Kawasan Fly Over (FO) Roxy Mas persisnya di depan Pertokoan Roxy Mas, Jalan KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) setiap hari semrawut.
Baca juga: Batik Talunombo Wonosobo Warisan Budaya Berakar pada Nilai-nilai Luhur
Kesemrawutan di kawasan, Jalan KH. Hasyim Ashari yang menyebabkan lalu lintas (Lalin) macet ini meliputi dua wilayah antara Cideng dan Duri Pulo.
Baca juga: Santriwati di Kendal Korban Ruda Paksa dan Tewas, Sebelumnya Akrab dengan Pria Pati
Pantauan di lapangan, penyempitan jalan di kawasan ini karena lapak parkir Kendaraan Roda Dua (KR2) atau motor dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) menguasai bahu jalan dan trotoar.
Baca juga: Batik Talunombo Wonosobo Warisan Budaya Berakar pada Nilai-nilai Luhur
"Ya ampun, bahu jalanan jadi menyempit karena lapak parkir motor berderet di bahu jalan, pada kemana petugas Satpol dan Dishub," keluh Jajat (42) pengguna jalan, Jumat (18/10/2024).
"Anehnya kenapa kawasan ini setiap hari dibiarkan semrawut begitu. Padahal ada Kendaraan Dinas Operasional (KDO) Satpol PP dan petugasnya juga cuma berjaga-jaga doang," pungkasnya.
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jakarta Sarifudin saat dimintai tanggapan soal kawasan FO Roxy Mas semrawut akibat banyak lapak parkir melalui telepon Whats App (WA) hanya diam saja. Begitu juga hal yang sala, Kasatpol PP Jakarta Arifin juga tidak menanggapi tentang lapak gerobak PKL di kawasan Roxy Mas.
Tokoh masyarakat Jakpus Budi menegaskan, Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta yang hari ini dilantik mudah-mudahan berbeda dengan Gubernur sebelumnya yang slow respon.
Dia berharap aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) tidak diam saja tetapi melakukan upaya penindakan sesuai dengan aturan.
"Diharapkan Pj Gubernur yang baru memiliki ketegasan dalam menegakan aturan dan dapat memerintahkan anak buahnya untuk penegakan Perda. Jangan sampai publik menilai aparat tutup mata dan telinga," harap tokoh ini. (*/is) ***