HELOINDONESIA.COM - Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Pusat (Jakpus), H. Iqbal Akbarudin menegaskan untuk menuntaskan kasus stunting di wilayah Jakpus seluruh masyarakat diminta kerja bareng dalam menangani masalah stunting.
"Seluruh masyarakat harus terlibat dalam menangani dan menuntaskan kasus stunting. Jangan ada yang di sembunyi-sembunyikan, semuanya harus memiliki kepedulian terhadap masalah ini," tegas H. Iqbal saat membuka kegiatan kajian dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit Kasus Stunting II, di Ruang Pola, kantor setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (7/11/2024).
Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakpus saat ini sedang bergerak cepat mencari solusi penanganan stunting dengan melakukan identifikasi bekerjasama para ahli gizi, ahli anak, bidan maupun rumah sakit.
Baca juga: Korea Masters 2024: Tiga Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal
Menurut H. Iqbal pertemuan dalam kegiatan hari ini merupakan tahapan yang ke enam dari aksi konvergensi dan identifikasi.
Baca juga: Muscab DPC Organda Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Dicari Ketua yang Bisa Mengayomi
Kemudian, tambah H. Iqbal dikelompokan dengan potensi yang memiliki kasus untuk dibahas secara bersama dengan para ahli.
Baca juga: Pindah ke Lain Hati, Ketua NasDem Tanjungkarang Barat Dipecat
Tindak lanjut penanganan stunting, kata H. Iqbal dengan menyiasati pemetaan terlebih dahulu. Setelah itu masuk upaya solusi dengan pendampingan berkelanjutan.
Baca juga: Menghidupkan Kembali Tradisi Etnaprana Sebagai Gaya Hidup Modern
"Solusi kita yaitu menempuh dengan berlanjut ke konvergensi aksi ke tujuh dengan melakukan upaya penuntasan kasus stunting di wilayah Jakpus," imbuhnya.
Mantan Sekretaris Korpri Jakarta ini mengatakan dalam percepatan penanganan kasus stunting di Jakpus semestinya tidak hanya melibatkan para tenaga kesehatan saja, tapi, masyarakat diajak berperan aktif melalui TPK (Tim pendampingan Kelurahan Keluarga).
Baca juga: Dibuka Presiden Prabowo, Bupati Dendi Hadiri Rakornas di Bogor
"Kita libatkan seluruh masyarakat termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) ternasuk bidan kelurahan maupun keterlibatan lembaga kemasyarakatan," ungkapnya optimis dapat menurunkan angka stunting di Jakpus. (*/is) ***