Helo Indonesia

Menghidupkan Kembali Tradisi Etnaprana Sebagai Gaya Hidup Modern

Kamis, 7 November 2024 20:15
    Bagikan  
Etnaprana Wellness
Foto: tangkapan layar

Etnaprana Wellness - dr Wanarni Aries menegaskan bahwa etnaprana adalah konsep wellness yang berakar pada budaya, tradisi, dan kekayaan alam Indonesia yang sudah turun temurun.

HELOINDONESIA.COM - Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai suku-suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda.

Disatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan itu justru menjadikan masyarakat nusantara sangat beragam adat istiadatnya.

Dengan datangnya arus modernisasi membuat sebuah perubahan penting yang mempengaruhi budaya tanah air.

Namun demikian, nilai dan norma tradisional tetap dipertahankan keberadaannya dan terpelihara hingga saat ini.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Visi Indonesia Emas Melalui Program Makan Bergizi Gratis dan Rumah Layak Bagi Rakyat

Ahli geriatri dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Wanarani Aries, SpKFR dalam webinar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 pada Rabu (6/11/2024) mengungkapkan ada dua kelompok masyarakat, yakni masyarakat tradisional & modern.

“Masyarakat tradisional masih terikat dengan kebiasaan atau adat-istiadat yang telah ada secara turun-temurun. Sementara masyarakat modern sudah engadopsi nilai-nilai baru yang secara rasional diyakini membawa kemajuan, sehingga mudah menerima ide-ide baru,” papar dr Wanarani Aries.

Selain itu, lanjut dr Wanarni Aries, secara teknologi, masyarakat tradisional terbatas pada peralatan dasar dan tenaga kerja manual.

Sedangkan masyarakat modern sudah mengenal teknologi canggih, termasuk telepon pintar, komputer, internet dan otomatisasi.

Baca juga: Enam Suplemen Populer yang Dapat Merusak Liver Anda Hingga Tak Dapat Diperbaiki

Dalam segi pelayanan kesehatan pun demikian. Masyarakat tradisional mengandalkan pengetahuan dan perawatan medis terbatas.

Sementara masyarakat modern secara teknologi medis canggih, sudah menggunakan vaksin, antibiotik, terapi sel  dan perawatan secara komprehensif.

Demikian juga dalam gaya hidup antara masyarakat tradisional dan moderen sangat jauh berbeda.

Gaya hidup masyarakat tradisional memilih kehidupan lebih sederhana & santai dengan fokus pada pekerjaan fpspk dan pertanian.

Masyarakat modern tentu saja memiliki tempo cepat, dengan fokus pada efisiensi dan kenyamanan.

Baca juga: Enam Suplemen Populer yang Dapat Merusak Liver Anda Hingga Tak Dapat Diperbaiki

Secara pekerjaan dan ekonomi pun masyarakat tradisional fokus pada pertanian, kerajinan, dan perdagangan.

Masyarakat moderen fokus pada teknologi, layanan, dan perdagangan global.

Dari perbedaan-perbedaan itu, secara kesehatan dan kebugaran tubuh, antara tradisional dan moderen disatukan dalam etnaprana.

Menurut dr Wanarni Aries, etnaprana seperti dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari dua kata Bahasa Jawa, yaitu etnisitas atau suatu keadaan/sifat suatu kelompok yang memiliki ciri-ciri yang sama”.

“Prana adalah “energi kehidupan”,” tambahnya.

Baca juga: Musa Ahmad-Yuniar Ajukan Isbat Nikah Guna Kepentingan Adm Negara

dr Wanarni Aries menegaskan bahwa etnaprana adalah konsep wellness yang berakar pada budaya, tradisi, dan kekayaan alam Indonesia yang sudah turun temurun.

Dalam etnaprana menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa, serta hubungan antara manusia dengan alam.

Bagaimana dengan wellness konsep?

Menurut dr Wanarni Aries, wellness konsep terdiri dari perawatan kesehatan dan kecantikan, karya seni, mind, body & breathing exercise produk herbal dan minyak atsiri.

“Wujud etnaprana itu sendiri melalui aspek nilai, filosofi, proses & aktifitas bersama, serta hasil karya atau produk dari lokal genius Indonesia dan didasarkan pada pemahaman klinis moderen,” papar dr Wanarni Aries.

Baca juga: Live Streaming AFC Champions League Two : Lion City Sailors FC vs Persib Bandung, Sedang Berlangsung!

Hingga saat ini, ungkap dr Wanarni Aries, sudah ada 15 etnaprana di Indonesia yang sudah ditemukan dan digali oleh para ahli. Di antaranya Minang, Batak, Betawi, Sunda, Peranakan Semarang, Madura, Bali, Timor, Maluku, Banjar, Dayak, Bugis, Minahasa, Papua dan Jawa.

“Masih banyak lagi etnaprana yang akan kita gali dan kita temukan dalam tradisi kesehatan dan kebugaran asli nusantara,” tandas dr Wanarni Aries.