PTPN I (Persero) Perkuat Standar Teknis Kebun Karet untuk Dongkrak Produktivitas

Selasa, 22 September 2026 16:55
PTPN I (Persero) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM  ---- Produktivitas kebun karet tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kondisi tanaman. Di balik setiap kilogram produksi, terdapat rangkaian pekerjaan teknis yang menuntut ketepatan, konsistensi, dan standar kerja yang sama. Atas dasar itu, PTPN I (Persero) Regional 7 memperkuat kapasitas teknis pengelolaan kebun karet untuk mendorong produktivitas sekaligus menjaga kualitas produksi.

Penguatan tersebut menjadi fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) Dasar Teknis Kerja Komoditas Karet yang berlangsung di Kebun Waylima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, 21–24 September 2026. Kegiatan diikuti para manajer, asisten kepala, dan asisten tanaman dari unit-unit kebun karet PTPN I Regional 7.

FGD dibuka Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto di Aula Kebun Waylima. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman teknis sekaligus membedah berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Pemahaman teknis harus sama. Dengan begitu, pekerjaan di lapangan menjadi lebih efektif dan efisien. Target produksi juga lebih terukur,” ujar Iyan.

Menurut dia, keseragaman standar kerja menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kinerja kebun. Terlebih, karet masih merupakan salah satu komoditas strategis yang menopang kinerja PTPN I Regional 7.

Karena itu, pengelolaan tanaman karet tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Setiap tahapan perlu ditopang standar teknis yang terukur, mulai dari budidaya, pemeliharaan tanaman, pengendalian gangguan tanaman hingga teknik penyadapan dan pengelolaan produksi.

Untuk memperkuat perspektif tersebut, FGD juga menghadirkan pemateri dari Head Office PTPN I (Persero), antara lain Kepala Divisi Tanaman Hendra Putra dan Kepala Divisi SDM Hidayat. Kehadiran jajaran Head Office mempertemukan perspektif teknis operasional dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia di tingkat kebun.

Selain membahas dasar-dasar teknis komoditas karet, peserta juga mendiskusikan berbagai kendala yang ditemukan di lapangan serta alternatif solusi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

Forum ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi menjadi pijakan untuk membangun standar kerja yang lebih seragam di seluruh unit kebun karet Regional 7. Dengan standar teknis yang sama dan kapasitas SDM yang terus diperkuat, pengelolaan kebun diharapkan semakin profesional, produktif, dan mampu menghasilkan komoditas karet dengan kualitas yang konsisten.( PTP)

Berita Terkini