Adu Kuat Rycko vs Hanan, Musda Golkar Balam Bubar Tanpa Penutupan

Selasa, 22 September 2026 09:32
Hanan vs Rycko HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setelah mulus terpilih aklamasi sebagai ketua DPD Golkar Kota Bandarlampung, Rycko Menoza walkout saat penyusunan kabinetnya. Empat anggota tim formatur sudah hengkang lebih dulu sebelum penutupan Musda XI DPD Partai Golkar, Senin (21/9/2026).

Ketegangan rapat Tim Formatur berawal saat penentuan jabatan sekretaris dan bendahara. Rycko Menoza menghendaki Mashudi sebagai sekretaris, sementara Hanan A. Rozak menyodorkan Benny Halomoan Nauly dan Bendahara Muhammad Arisman Akbar.

Baca juga: Seperti Prediksi, Rycko Mulus Ketua Golkar Balam, Deadlock di Tim Formatur

Puncaknya beberapa formatur ogah tandatangan, karena berkas diajukan Hanan A. Rozak tidak boleh dibuka. Mendengar, tim formatur gagal membuat kesepakatan, 20 ketua PK meninggalkan arena Musda. Rycko Menoza juga "kabur" meninggalkan kantor Golkar sekitar pukul 16.00 WIB.

Musda bubar tanpa ada penutupan dengan alasan adanya intervensi keputusan formatur. Tim formatur terdiri dari (1) Rycko Menoza, (2) Hanan A Rozak, (3) M. Rifai (PK Kedamaian), (4) Samsir ( PK Rajabasa), dan (5) Darma Edi Tabrani (Hasta Karya).

Baca juga: ADT Kembali Desak Bahlil agar Copot Hanan atas Konflik di Golkar Lampung 

Masak tak terima tanda-tangan kesepakatan formatur tanpa ditunjukkan berkas lengkap susunan kepengurusannya. Menurut Darma Edi Tabrani, buat apa tim formatur kalau SK pengurusan tidak transparan.

Sesuai daftar yang diajukan, komposisi pengurus DPD Golkar Bandar Lampung periode 2026-2031, berjumlah 116 orang. Tim formatur melampir tanda tangan daftar absen rapat, belum setuju soal draf pengurus.

Baca juga: Diduga Main Pecat, Bahlil Batalkan H-1 Musda Golkar Tanggamus

BANTAHAN HANAN

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak membantah musda berakhir deadlock. Menurut dia, pembukaan usda hingga pembentukan pengurus sudah selesai, sudah ada SK, tinggal menunggu pelantikan.

Menurut Hanan, penyusunan nama-nama pengurus merupakan bagian dari kewenangan tim formatur. Dia berharap kepengurusan Golkar Bandarlampung dapat segera menjalankan kerja-kerja politik untuk memperkuat perolehan kursi partai.

Sekretaris DPD Golkar Lampung Aprozi Alam mengatakan Musda Golkar Bandarlampung tidak batal, tetapi masih proses penyusunan pengurus yang tertunda. Adanya konflik, ketegangan saat penentuan jabatan sekretaris dan bendahara hanyalah dinamika demokrasi. (HBM)

Berita Terkini