Helo Indonesia

Sambut Sang Juara Dunia Woodball di Bandara, Disporapar dan KONI Jateng Sampaikan Apresiasi

Ajie - Olahraga
Kamis, 24 Oktober 2024 08:12
    Bagikan  
Sambut Sang Juara Dunia Woodball di Bandara, Disporapar dan KONI Jateng Sampaikan Apresiasi

Tiga atlet woodball Jateng yang menjadi juara dunia di Cina mendapat sambutan dari Disporapar, KONI, dan Pengprov IWbA. Foto: KONI

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kepulangan tiga atlet woodball Jawa Tengah yang menjadi juara dunia di ''9th World Cup Woodball Championship 2024'' di Shangyu, Cina, 14-21 Oktober 2024 mendapat sambutan hangat jajaran pejabat Disporapar dan pengurus KONI Jateng.

Patriot olahraga tersebut yaitu Susila Marga Nugraha, Untung Ariska dan Surya Aditya bersama pelatih Kriswantoro dijemput di Bandara Ahmad Yani Semarang pada Rabu sore 23 Oktober 2024.

Ketiga atlet tersebut sukses mempersembahkan dua medali emas (nomor men single stroke dan men team stroke) dan dua perak (men single stroke dan double mix stroke) untuk kontingen Indonesia.

Baca juga: 30 Perusahaan Ikuti Jobfair Ecofestaria Fakultas Ekonomi USM

Tampak hadir menyambut Agung Hariyadi, kadisporapar yang kini mengemban tugas sebagai Pjs Bupati Pemalang, dan Kabid Keolahragaan Suci Baskorowati. Ikut mendampingi, Wakil Ketua Umum II KONI Soedjatmiko, Kabid Sport Tourism Irwan P Cahyono, Wakabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga Dustamat Jayawiguna, dan Wakabid MSDD, Madi.

Selanjutnya Ketua Umum Pengprov IWbA Jateng Ardhana Arifianto, Sekum Siswo Abadi bersama jajaran pengurus.
.
Agung atas nama pemerintah provinsi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada para atlet dan pelatih woodball yang ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Menurut dia, prestasi dunia ini melanjutkan prestasi PON 2024 di mana woodball menjadi juara umum dengan mengoleksi tiga emas dari target satu emas yang dicanangkan.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi, khususnya kepada pemain, pelatih dan pengurus cabang olahraga woodball dengan pola pembinaan yang telah disusun bisa memberikan hasil menciptakan prestasi dunia internasional,” katanya.

Dia berharap, prestasi ini terus ditumbuhkan guna memotivasi daerah lain agar interest kepada cabang olah raga woodball, yang tidak begitu mahal biayanya. Dan tempat yang luas untuk lapangan. Dikatakan Agung, masih banyak tempat untuk bisa dimanfaatkan pengembangan woodball, salah satunya tempat pendidikan yaitu sekolah.

“Ini jadi langkah awal, nantinya woodball jadi olahraga unggulan di Jateng. Pemerintah tentu memberikan dukungan penuh karena sudah terbukti prestasinya kepada Jateng dan Indonesia,” bebernya.

Agung menegaskan, woodball ke depan akan dikenalkan di sekolah-sekolah formasl SD, SMP dan SMA, karena sudah ada inspirasinya yaitu para juara dunia ini.

Luar Biasa

Wakil Ketua Umum II KONI Jateng, Soedjatmiko berharap capaian prestasi yang luar biasa bisa ini bisa dipertahankan hingga PON XXII 2028 di NTT dan NTB.

“Pesan kami, kesinambungan pembinaan harus tetap dijaga, karena keberhasilan kita di PON karena kesinambungan pembinaan, di samping berbasis data,” ujarnya.

Atas kegemilangan di Kejuaraan Dunia ini, dia meyakini cabor woodball pada PON mendatang sudah masuk dalam kelompok cabor unggulan pertama.

“Saya kira ide woodball goes to school bagus sekali. Pernah diterapkan di tinju hasilnya luar biasa pada 2011 jadi juara umum Pra-PON,” tandasnya.

Baca juga: Jaga Netralitas, Wali Kota Semarang Minta ASN Libur Main Medsos

Ketua Umum Pengprov IWbA Jateng Ardhana Arifianto juga memberikan apresiasi kepada tiga atlet yang telah berthasil menyumbangkan emas untuk tim Indonesia. Diakuinya, pencapaian membanggakan ini akan memnberi semangat dalam pembinaan woodball untu masa mendatang.

Dia juga menyampaikan kabar gembira dari PB IWbA bahwa hasil world cup ini dinilai membanggakan dan para atlet Jateng ini akan diberangkatkan ke Taiwan Open, akhir November. Selain itu woodball akan dipertandingkan di arena SEA Games.

“Kami berterima kasih atas support Disporapar dan KONI Jateng terhadap woodball selama ini sehingga pembinaan bisa berjalan,” ujarnya.

Menurut dia, di tengah keterbatasan, olahraga woodball di sejumlah daerah sudah masuk di sekolah dan sudah dipertandingkan di multievent Popda.

“Serta pernah dipertandingkan ekshibisi satu kali dalam Popda Jateng kemudian berhenti, karena dalam nomenklatur di PB , pertandingan di Popda rujukannya adalah Popnas. Kami telah mendorong kepada PB untuk diadakan Popnas,” ujarnya, sambil menyebut pengurus IWbA sudah terbentuk di 19 kabupaten/kota di Jateng.

Ia menambahkan, kendala besar yang dihadapi woodball adalah masalah lapangan. Butuh lapangan luas. Selama ini untuk latihan berpindah-pindah, diantaranya pernah di gedung serba guna Undip di Tembalang yang kini menjadi gedung Muladi Dome. (Aji)