HELOINDONESIA.COM -Siapa sangka, sehat itu dimulai dari hal yang sederhana, yaitu cara kita bernapas.
Dengan pernapasan yang benar, tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.
Ahli Spesialis Penyakit Dalam dr Agasjtya Wisnu Wardana seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (25/12/2024) mengatakan bahwa olahraga pernapasan menjadi salah satu yang dapat membantu mencapai kesehatan dan keseimbangan hidup.
Aktif di Ikatan Pencak Silat Indonesia (Sin Lam Ba) Putra Betawi, dr Wisnu menjelaskan bahwa dalam meraih kesehatan dan keseimbangan hidup yang pertama adalah berpikir tentang masalah pernapasan.
Baca juga: Apapun Alasannya Jangan Menahan Kencing, Sangat Berbahaya
"Ya kita tahu bahwa manusia tanpa bernapas berarti tidak ada kehidupan. Itu yang paling dasar," ujarnya.
Kemudian, yang kedua adalah pernapasan dibutuhkan untuk satu proses metabolisme dalam tubuh.
"Selanjutnya bisa kita manfaatkan untuk bergerak, berpikir dan juga melakukan kegiatan dengan gerakan reflek," tambahnya.
Dengan demikian, menurutnya, olahraga pernapasan merupakan bagian daripada upaya dalam meningkatkan kemampuan dan menjaga kesehatan tubuh.
Baca juga: Momen Natal di Keuskupan Agung Semarang, Mbak Ita Pamit dengan Berlinang Air Mata
"Pada definisi sehat WHO yang diirevisi pada 19 Maret 2022, sehat mencakup keadaan sempurna baik fisik, mental, bebas dari penyakit dan cacat," ungkapnya.
Kemudian, sambung dr Wisnu, di tahun 2017, ada perintah dari WHO agar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh itu sangat penting,.
"Karena ini dapat mencegah tubuh terserang penyakit sehingga kita dapat tetap menjaga aktivitas sehari-hari," jelasnya.
Dengan demikian, lanjut dr Wisnu, pola hidup sehat bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental, menjaga pola hidup sehat sejak dini.
Baca juga: Meningkatkan Kepadatan Tulang Secara Alami, Begini Caranya
"Sangat penting dalam mencegah munculnya penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup dan banyak manfaat lainnya. Jadi konsep dasarnya, WHO saja sudah mengatur segala sesuatunya agar tetap menjadi sehat, jadi ini acuannya," imbuhnya.
Sedangkan pernapasan itu sendiri, menurut dr Wisnu, bisa disebut juga dengan respirasi yang dapat didefinisikan sebagai sebuah proses pengambilan oksigen dan pelepasan karbohidrat dan penggunaan energi yang ada dalam tubuh.
"Jadi ketika manusia bernapas berarti sedang terjadi proses masuknya oksigen dalam tubuh dan pelepasan karbohidrat," terangnya.
Nah pada saat terjadi proses pengambilan oksigen, maka dibutuhkan suatu metabolisme daripada zat karbonnya, yaitu karbohidrat yang akan dipakai untuk kita membentuk energi.
Baca juga: Puncak Arus Pergi Pertama Nataru, Menhub Dudy Tinjau Empat Gerbang Tol Utama Keluar Jakarta
"Jadi kalau hanya ada karbohidrat tanpa adanya oksigen maka pembentukan energi itu bisa gagal," tegas dokter dari Pengurus Perhimpunan Dokter Haji Indonesia.
