Helo Indonesia

Putri Electric PLN Petik Kemenangan Pertama pada Final Four, Tampil Lepas Jadi Kunci

Ajie - Olahraga
Senin, 28 April 2025 09:03
    Bagikan  
Putri Electric PLN Petik Kemenangan Pertama pada Final Four, Tampil Lepas Jadi Kunci

Para pemain Electric PLN saat melakukan selebrasi di lapangan saat menghadapi Pertamina

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim bola voli putri Jakarta Electric PLN memetik kemenangan pertama pada laga final four PLN Mobile Proliga 2025, setelah mengalahkan Jakarta Pertamina Enduro dengan skor tipis 3-2 (25-21, 25-21, 19-25, 23-25, 15-8) di GOR Jatidiri Semarang, Minggu malam 27 April 2025.

Bagi Electric, ini merupakan kemenangan perdana setelah sebelumnya mengalami kekalahan tiga kali secara beruntun oleh lawan-lawannya.

Meskipun menang, Agustin Wulandari dkk masih belum bisa dipastikan lolos ke grand final, kendati masih menyisakan dua laga di pekan terakhir final four di Solo.

Baca juga: Toiran Puas, Bhayangkara Buka Kans Lolos Grand Final Proliga Usai Cukur Samator

Salah seorang bintang tim Electric PLN, Ersandrina Devega Salsabila mengatakan timnya bermain tidak ada beban mengingat tim asuhan Chamnan Dokmai itu sangat tipis untuk bisa lolos ke grand final.

"Kami bermain tidak ada beban. Anak-anak bermain lepas dan enjoy. Jadi kita bermain santai," ujar Caca, begitu biasa dia akrab dipanggil, usai laga.

Tim asuhan Chamnan Dokmai itu, sudah unggul dua set terlebih dahulu. Namun, dua set berikutnya, Nur Laili dkk. mampu menyamakan kedudukan 2-2 dan ditutup Electric PLN dengan 15-8 di set kelima.

Butuh Kemenangan

Pada sisi lain,  Pertamina yang butuh kemenangan untuk maju ke grand final menyerah 2-3 pada Electric PLN. Sakitnya bintang andalan Pertamina, Junaida Santi membuat kekuatan tim milik BUMN itu berkurang.

"Sakitnya Santi pada dua set awal itu kekuatan kami berkurang," ujar Bullent Karsioglu. Serangan kami berkurang," tukasnya.

Baca juga: Bobocabin Baturraden Banyumas, Staycation Nyaman dan Sensasi Sarapan di Tepi Air Terjun

Pemain asing Pertamina, Jordan Thomson juga mengakui hilangnya Santi pada dua set awal itu membuat serangan berkurang. "Kami sudah berusaha untuk menang tapi menang," sambungnya lagi.

Manajer tim Pertamina, Widi Triyoso mengungkapkan kalau timnya masih berpeluang ke grand final. "Apalagi dua laga sisa di Solo bisa kitz ambil," tandasnya. (Aji)