Helo Indonesia

Ontran-Ontran Pertina, Bona: Jangan Sampai Petinju Cari Wadah Baru

Ajie - Olahraga
Minggu, 18 Mei 2025 06:46
    Bagikan  
Ontran-Ontran Pertina, Bona: Jangan Sampai Petinju Cari Wadah Baru

Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana saat membuka Rakerprov Pertina

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana mengajak Pengprov Pertina Jateng bersama Pengkab/Pengkot Se-Jateng untuk mengantisipasi munculnya organisasi tinju amatir baru menyusul dicoretnya Pertina dari keanggotaan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Ontran-ontran di percaturan tinju Tanah Air mencuat usai Pertina dikeluarkan dari KOI karena masih berafiliasi ke International Boxing Association (IBA), sedangkan yang diakui International Olympic Commite (Komite Olimpiade Internasional) adalah World Boxing.

Baca juga: Rakerprov Pertina, Banjarnegara Tuan Rumah Pra-Porprov Tinju

Menurut Bona, munculnya organisasi tinju baru seiring dengan pencoretan Pertina oleh KOI, menyebabkan para petinju binaan Pertina Jateng rawan mencari wadah baru atau malah banting stir menyeberang ke cabang-cabang lain.

''Kita harus bergerak cepat, jangan sampai atlet kita direbut oleh organisasi baru, atau mencari wadah baru,'' kata Bona saat membuka Rakerprov Pengprov Pertina Jateng di Hotel Noormans Semarang, Sabtu, 17 Mei 2025.

Tampak hadir mendampingi Bona, Waketum II KONI Jateng Dr Soedjatmiko MPd yang juga Waketum II Pertina Jateng.

Bona menegaskan mendukung penuh eksistensi Pertina, terlebih KONI Pusat sudah mengedarkan Surat Edaran 397/ORG/V/2025 tertanggal 15 Mei 2025.

Dalam surat edaran yang diteken Sekjen Tb Lukman Djayadikusuma MEMOS, intinya KONI Pusat menegaskan eksistensi Pertina dan menolak organisasi tinju baru yang dianggap tidak sah.

''Jadi yang sah adalah Pertina pimpinan Komaruddin Simandjuntak. Bila ada organisasi lain yang mengatasnamakan tinju adalah tidak sah,'' tegas Bona lagi.

Baca juga: Demi Merah Putih, Jateng Siap Jaga Panji Pertina Tetap Ada

Pada kesempatan itu, Bona juga mengungkapkan tantangan lain di dunia olahraga nasional yaitu munculnya Permenpora No 14 tahun 2024. Permenpora itu menyisakan kontroversi karena organisasi KONI tidak boleh menggunakan dana APBN hingga APBD untuk menggaji pegawai atau staf. Realitas itu sama saja mematikan KONI pelan-pelan.

''Sangat tidak mungkin organisasi sebesar KONI yang menjalankan pembinaan banyak cabang olahraga mempekerjakan staf hanya sebagai volunteer,'' tegas Bona.

Oleh karenanya, melalui Rakerprov Pengprov Pertina Jateng ini, ia mengajak semua insan tinju Jateng untuk lebih intens melakukan pembinaan petinju. Dia sepakat dengan kalimat yang menjadi tagline Rakerprov Pertina ''Memacu Tinju Jawa Tengah ke Orbit Nasional''.

''Jangan patah semangat, hanya karena di PON Aceh Sumut lalu hanya meraih perak. Kita harus mempersiapkan diri mulai sekarang. Tetap fokus lakukan pembinaan. Jadikan Porprov Jateng 2026 menjadi momentum menjaring kembali petinju berbakat,'' tambahnya.

Bona berharap, di PON NTT NTB tahun 2028 mendatang prestasi tinju Jateng bisa jauh lebih baik.

Senada, Waketum II KONI Soedjatmiko juga menandaskan, pengawasan terhadap petinju mutlak dilakukan agar mereka tak hijrah ke cabang lain. Saat ini, kata dia, banyak cabang yang menyerupai tinju seperti kick boxing, sambo, muaythai dan MMA. (Aji)