Helo Indonesia

Kemenangan RSC Warnai Tinju Popda Jateng 2025, Sudarsono: Banyak PR pada Teknik Bertanding

Ajie - Olahraga
Selasa, 17 Juni 2025 07:28
    Bagikan  
Kemenangan RSC Warnai Tinju Popda Jateng 2025, Sudarsono: Banyak PR pada Teknik Bertanding

Petinju Kabupaten Tegal Fajar Sholikin (biru) saat melawan Jovan Pratama (Blora) di Popda Jateng tingkat SMA

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah kemenangan RSC (Referee Stops Contest) mewarnai laga 16 Besar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah tahun 2025 tingkat SMA sederajat di Gedung Tinju Center, kompleks Gelora Jatidiri Semarang, Senin 16 Juni 2025.

Dalam 32 partai yang digelar di kelompok putra, setidaknya ada 16 kali wasit menghentikan pertandingan karena salah satu petarung tak berdaya, partandingan tak imbang lagi, dan mengalami cedera.

Di kelas fly 51 kg, petinju Pati Alfero Razendra memastikan tiket ke perempat final setelah setelah menang RSC di ronde kedua atas Jarwanto (Klaten). Selanjutnya, dia akan menantang petinju Kota Salatiga Yosua Putera Mascatur yang sebelumnya mengalahkan Anandra Faisal S (Sragen) dengan kemenangan RSC ronde pertama.

Baca juga: Dosen FE USM Dampingi Warga Boja dalam Usaha Pemanfaatan Komoditas Lokal

Kemenangan RSC juga diraih oleh petinju tuan rumah Andika Yudha Pratama yang berhasil menumbangkan Candrasa Apsa (Kota Magelang) di kelas bantam 54 kg. Di babak perempat Selasa (17/6) hari ini, Andika akan jumpa Muhammad Nur Wakhid (Purworejo) yang menang WO atas Muhammad Nabil (Brebes).

Masih di kelas ini, petinju Demak Tio Putra Wijaya juga melangkah ke perempat final usai menang RSC ronde pertama atas Aditya Rangga (Banjarnegara).

Susah Payah

Sementara itu, di kelas welter 67 kg, atlet Kabupaten Tegal Fajar Sholikin harus bersusah payah mengalahkan petinju Blora, Jovan Pratama untuk merebut tiket ke perempat final. Dipimpin oleh wasit Rada Banabera, kedua petinju yang baru naik ring kurang agresif dalam melancarkan saling serangan. Bahkan teknik bertinju tak dikuasai sehingga ada pukulan-pukulan yang melenceng dari aturan, sehingga diperingatkan wasit.

Baca juga: Sempat Memanas, Aksi Penolakan Galian C di Tanggulsari Kendal Berakhir Kondusif

Ketua Harian Pertina Jateng Sudarsono yang menyaksikan langsung pertandingan mengakui, pada satu sisi, mengaku gembira karena banyaknya peserta Popda. Itu artinya, Pertina punya banyak bahan untuk diasah menjadi atlet tinju.

Namun pada sisi lainnya, dia menyebut dalam urusan teknik bertinju, ternyata banyak ''PR'' (pekerjaan rumah) yang harus dihadapi petinju. ''Teknik, aturan bertanding, masih ada PR. Ini catatan kami,'' kata mantan petinju itu. (Aji)