HELOINDONESIA.COM - Elektabilitas Partai Gerindra Sidoarjo kembali menguat. Berdasarkan survei terbaru Surabaya Survey and Consulting / Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), angka dukungan ke Gerindra naik 14,4 persen.
Kenaikan signifikan ini dinilai sebagai bukti nyata keberhasilan program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dirasakan langsung masyarakat Sidoarjo.
Temuan tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Sidoarjo H. Rahmat Muhajirin, SH, MH dan Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzayyin Syafrial, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Baru 35 Hari, Kapolresta Balam Herbin Lukir dengan Raden sebagai Kapolresta Tanggerang Kota
Program Pro Rakyat Jadi Kunci Kenaikan
Rahmat Muhajirin menegaskan, naiknya elektabilitas Gerindra tidak lepas dari kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak ke rakyat.
"Program MBG, KDMP, ketahanan pangan dan lainnya sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sidoarjo. Ini jadi pendorong bagi kami di Sidoarjo untuk terus bekerja keras menjaga kepercayaan publik," tegas Rahmat.
Ia menyebut hasil survei ini sebagai amanah. "Kita tidak boleh berpuas diri. Harus terus kerja agar elektoral terus naik seiring kepuasan publik terhadap kebijakan pro rakyat," lanjutnya.
Baca juga: Munas VIII PSMTI Tetapkan Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum Periode 2026-2030
Catatan Kritis untuk Pemerintahan Daerah
Di sisi lain, survei yang sama juga mencatat penurunan kepuasan publik terhadap kepemimpinan Bupati Subandi – Wakil Bupati Mimik (BAIK) sebesar 14,3 persen selama 1,5 tahun masa jabatan.
Data kepuasan:
- 100 Hari Pertama: 84,9%
- 6 Bulan: 80,5%
- 1 Tahun: 71,8%
- 1,5 Tahun / Saat Ini: 70,6%
"Secara kumulatif terjadi penurunan 14,3 persen poin. Ini jadi bahan evaluasi kami ke depan," ujar Muzayyin.
Sebagai partai pengusung, Gerindra berkomitmen mengawal agar pemerintahan tetap on the track. "Angka 70,6% masih jadi modal kepercayaan. Tapi penurunan ini peringatan dini untuk evaluasi total agar pelayanan ke masyarakat semakin baik," tegas Muzayyin yang juga Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo.
Baca juga: APBD Perubahan Bandarlampung 2026 Disahkan, Belanja Daerah Capai Rp3,068 Triliun
Dorong Transparansi Data Survei
Fraksi Gerindra juga menyoroti metodologi ARCI. Muzayyin menemukan selisih data agregat dengan rincian kepuasan.
"Karena itu kami dorong ada klarifikasi metodologis secara terbuka agar publik dapat informasi yang akurat dan benar," pungkasnya.
Dengan tren elektabilitas yang terus naik, Gerindra Sidoarjo optimis akan semakin kuat mengawal program pemerintah pusat dan memperjuangkan aspirasi rakyat di daerah.***
