Helo Indonesia

Jateng Open 2025: Sprinter Pelatnas Juarai Lari 100 Meter Putri, Salatiga Pimpin Klasemen

Ajie - Olahraga
Kamis, 3 Juli 2025 20:30
    Bagikan  
Jateng Open 2025: Sprinter Pelatnas Juarai Lari 100 Meter Putri, Salatiga Pimpin Klasemen

Pelari Pelatnas Dina Aulia melesat di depan saat menjadi juara nomor lari 100 meter putri Jateng Open 2025

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sprinter putri Pelatnas asal Kalimantan Selatan, Dina Aulia tampil gemilang dengan menjuarai nomor bergengsi final lari 100 meter di Kejuaraan Atletik Tingkat Nasional Jateng Open 2025 yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Kamis sore 3 Juli 2025.

Peraih medali emas nomor 100 meter PON 2024 itu berhasil menjadi pelari tercepat dengan torehan waktu 11,73 detik. Urutan kedua ditempati pelari asal Kota Surakarta Shava Salvia dengan waktu 12,38 detik dan ketiga Liviana Rizki (Kota Salatiga) dengan waktu 12,46 detik.

Baca juga: Karateka USM Febrian Akbar Sabet Emas di Pomprov Jateng 2025

Sementara itu nomor final 100 meter putra, pelari Kabupaten Bekasi Rizky Ramadhan menjadi manusia tercepat di lintasan Jateng Open usai membukukan waktu 10,85 detik. Medali perak dan perunggu masing-masing direbut Ahmad Zacky (Kabupaten Blora/10,89 detik) dan Muhammad Akbar (Kabupaten Pati/10,95 detik).

Ditemui usai lomba, Dina Aulia tetap bersyukur meskipun catatan waktunya di Semarang ini masih di bawah waktu terbaiknya yaitu 11,62 detik yang menjadi rekor PON.

''Saya memang menjadikan Jateng Open ini sebagai ajang pemanasan. Uji coba saja, sejauh mana progres saya selama latihan,'' katanya.

Kartu Kuning

Sementara itu, insiden kartu kuning mewarnai Jateng Open 2025 di nomor final 800 meter putra, ketika pelari Irwandi Fokatea (Atletik Bumi Siliwangi) melakukan gerakan menyikut ke arah Fransisko A (Papua Athletics Center) menjelng garis finish.

Irwandi sendiri meraih medali emas dengan catatan waktu 1 menit 57,33 detik. Medali perak milik pelari PASI DKI Jakarta, Asfari (1:57.37) dan perunggu Fransisko (1:57:44).

''Kartu kuning itu peringatan wasit lintasan sesuai pasal 17.4 perlombaan atletik, tapi tak berpengaruh pada hasil. Namun semua masih aman, karena setelah ditunggu hingga 30 menit, tak ada protes secara tertulis,'' kata anggota Dewan Hakim Jateng Open, Budi Leksono.

Pada hari pertama pelaksanaan Jateng Open, Kota Salatiga memimpin klasemen sementara dengan capaian 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Posisi kedua ditempati Bekasi dengan 3 emas, dan PASI Sleman dengan 1 emas, 1 perak.

Salatiga melejit setelah tiga atletnya meraih emas, masing-masing Adi Firmansyah di nomor lontar martil putra dengan lontaran 44.15 meter, Alfiano Eka (tolak peluru putra/12,26 meter) dan Galih Yoga W (lempar cakram putra/47.55 meter).

Ketua Umum PASI Jateng Rumini mengungkapkan, secara umum jalannya lomba Jateng Open berlangsung lancar. Catatan yang mungkin jadi bahan evaluasi bersama adalah kondisi lapangan yang kurang sempurna, di mana ditemukan lintasan yang terkelupas.

Dari sisi prestasi atlet Jateng, Rumini melihat ada sejumlah atlet Jateng mewakili kabupaten/kota sudah memberikan performa terbaiknya. Dia berharap, pada dua hari ke depan, pundi-pundi emas bisa kembali diraih para atlet Jateng. (Aji)