Helo Indonesia

Paman John Pimpin Perbasi Jateng, Siap Intensifkan Liga Basket Pelajar dan Klub

Ajie - Olahraga
Senin, 22 September 2025 11:32
    Bagikan  
Paman John Pimpin Perbasi Jateng, Siap Intensifkan Liga Basket Pelajar dan Klub

Bagus Andrean John mengibarkan bendera organisasi usai terpilih sebagai Ketua Umum Perbasi Jateng periode 2025-2029 dalam Musprov

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Bagus Andrean John, sosok yang akrab disapa Paman John, terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov Perbasi Jateng periode 2025-2029, menggantikan Bambang Wuragil yang sudah menakhodai organisasi ini selama lebih dari dua dekade.

Dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbasi Jateng yang digelar di Hotel Room Inc Semarang, Sabtu 20 September 2025, Paman John resmi ditetapkan setelah sebelumnya terpilih sebagai calon tunggal oleh panitia penjaringan. Kehadirannya diyakini membawa warna baru bagi perjalanan basket di Jawa Tengah.

Baca juga: Maju Jadi Ketua Umum KONI, Sujarwanto Paparkan Strategi Bawa Jateng ke Orbit 4 Besar PON

Sejak awal, dia menegaskan visinya: menjadikan basket Jateng lebih profesional, terstruktur, dan bergerak menuju industri olahraga. “Saya ingin basket ini bukan sekadar olahraga prestasi, tapi juga mampu menjadi industri yang menghidupi banyak orang,” tegasnya saat ditemui di sela-sela musprov.

Untuk memperkuat organisasi, Paman John menyiapkan format baru berupa ketua zonasi. Nantinya, enam karasidenan di Jawa Tengah akan memiliki perwakilan di kepengurusan provinsi. Di tingkat wakil ketua umum, struktur akan difokuskan pada tiga bidang utama, yakni organisasi, pembinaan dan prestasi, serta sumber daya manusia.

Selain itu, ia juga menggagas pembentukan badan khusus, mulai dari badan pengembangan bisnis olahraga, badan media dan kehumasan, hingga badan legal dan etik. Menurutnya, kombinasi antara profesional dan pecinta basket akan menghadirkan organisasi yang lebih dinamis.

Keterbatasan Anggaran

Paman John menyoroti keterbatasan anggaran pemerintah dalam mendukung pembinaan. Ia mendorong pola baru berbasis bisnis melalui sponsorship dan kerja sama dengan pihak ketiga. Pengalaman suksesnya di Perbasi Solo, yang mampu melahirkan klub profesional IBL Kesatria Bengawan Solo, menjadi bukti bahwa ekosistem basket bisa tumbuh dengan baik jika dikelola secara mandiri.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada anggaran. Padahal biaya pembinaan itu besar. Karena itu, basket Jateng harus berani masuk ke industri,” ujarnya.

Baca juga: Deklarasi Dukungan dari 50 Cabor, Berharap Ada Mas Jarwanto Effect di KONI Jateng

Dalam program pembinaan, ia menekankan pentingnya kompetisi yang berjenjang. Mulai 2026 mendatang, Perbasi Jateng berencana menggelar dua agenda utama: Liga Pelajar Jawa Tengah dan Liga Antar Klub Jawa Tengah. Formatnya akan dibuat sistem play-off dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Kompetisi itu kunci. Minimal seorang atlet harus bertanding 30 kali setahun untuk mencapai standar pembinaan yang sehat,” katanya. Tak hanya soal kompetisi, ia juga ingin memperkuat fondasi dengan pendekatan sports science. Mulai dari kurikulum latihan seragam, program kebugaran sejak usia dini, hingga manajemen nutrisi berbasis data. Beberapa daerah akan dijadikan proyek percontohan sebelum diterapkan secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Bambang Wuragil, Ketua Perbasi Jateng 2004–2025, menyampaikan apresiasi dan harapannya. “Saya yakin, di bawah kepemimpinan baru, basket Jateng bisa semakin berprestasi,” ucapnya sembari berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung selama lima periode kepemimpinannya. (Aji)