Helo Indonesia

Waraga dan Tugu Muda Resmi Jadi Wajah Porprov Jateng 2026: Simbol Kejayaan Semarang Raya

Ajie - Olahraga
Rabu, 11 Maret 2026 22:37
    Bagikan  
Waraga dan Tugu Muda Resmi Jadi Wajah Porprov Jateng 2026: Simbol Kejayaan Semarang Raya

Ketua Panitia Sayembara Harry Nuryanto, didampingi Wakil Ketua Budi Santoso dan anggota menunjukkan karya pemenang pertama Lomba Logo dan Maskot Porprov Jateng 2026

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah mengumumkan pemenang sayembara desain logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII tahun 2026 yang akan digelar di Semarang Raya, Oktober mendatang.

Logo karya Wahyu Purnomo dari Kabupaten Banyumas ditetapkan sebagai pemenang pertama dalam sayembara desain logo., sedangkan pemenang kedua dan ketiga masing-masing diraih Sukawi (Kota Semarang) dan M Hafidh Muhiblul Abror (Kabupaten Grobogan).

Baca juga: Menjemput Cahaya di Malam Selikur: Kisah Para Pencari Lailatul Qadar di MAJT

Adapun untuk kategori maskot, karya berjudul Waraga (Warak Olahraga) buatan Ari Krispriyanto dari Kabupaten Kebumen ditetapkan sebagai juara pertama.

Pemenang kedua diraih M Nurul Hakim Syaban (Kabupaten Jepara) dengan karya berjudul Si Argo, sedangkan juara ketiga diraih M Reivan Hafiz (Kota Semarang) dengan karya Si Wara.

Ketua Panitia Sayembara, Harry Nuryanto Soediro mengatakan, keputusan pemenang sayembara telah ditetapkan melalui Keputusan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah Nomor 047/S.K/III/2026 tentang Pemenang Sayembara Desain Logo dan Maskot Porprov Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Semarang Raya dan tidak dapat diganggu gugat.

Harry menambahkan, pemenang ditentukan dengan mengacu pada beberapa elemen khusus.

"Kesesuaian tema ini harus mencerminkan Porprov Jawa Tengah ke-18 serta identitas dari Semarang Raya sebagai tuan rumah. Hal tersebut juga sudah disebutkan dalam tema, dan memiliki bobot penilaian tersendiri," kata Harry didampingi Wakil Ketua Panitia Budi Santoso dan Sekretaris Devri Alfandy dalam rilisnya di kantor KONI Jateng, Semarang, Rabu 11 Maret 2026.

Pertimbangan kedua, kata dia, adalah komponen penilaian terkait kreativitas dan orisinalitas. Artinya, diharapkan terdapat keunikan dari ide yang diajukan serta keaslian dari desain yang dibuat.

Menurut dia, nilai filosofis juga menjadi perhatian khusus.

Dalam penilaian ini dilihat apakah terdapat makna, pesan, maupun filosofi yang terkandung di dalam desain, baik pada logo maupun maskot.

Baca juga: Hidup Itu Cuma Tiga Episode

Keempat adalah kekuatan visual. Aspek ini menilai komposisi, bentuk, dan warna pada logo, serta keterbacaan dari desain yang ditampilkan.
Kelima adalah fleksibilitas aplikasi.

"Artinya, desain tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai media dan ukuran, sehingga tetap jelas dan mudah dikenali. Terakhir adalah daya ingat atau tingkat keikonikan. Logo maupun maskot diharapkan mudah diingat, serta mudah diidentifikasi oleh masyarakat ketika ditampilkan," tandasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, tim anggota panitia sayembara, diantaranya Siswo Abadi, Prof Heny Setyawati, Agus Hermanto, dan Budi Winarto.

Logo Porprov Jateng 2026 mengusung konsep Tugu Muda, ikon Kota Semarang, sebagai simbol utama. Desain tersebut menggambarkan persatuan, kejayaan, keteguhan, serta jati diri masyarakat Semarang Raya sekaligus harapan lahirnya generasi atlet Jawa Tengah yang berprestasi dan berkarakter.

Elemen garis yang dinamis dalam logo melambangkan proses dan prestasi atlet yang terus bergerak maju. Sementara empat garis utama menggambarkan wilayah penyelenggara Porprov Jateng 2026 di Semarang Raya, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.

Selain itu terdapat unsur lingkaran yang merepresentasikan solidaritas serta semangat kebersamaan dalam membangun olahraga Jawa Tengah.

Ikon Budaya

Sementara maskot Waraga terinspirasi dari Warak Ngendog, ikon budaya khas Semarang. Maskot ini menggambarkan perpaduan antara warisan budaya lokal dengan semangat kompetisi olahraga.

Baca juga: Ramadan Berbagi: TIS Energy Guyur Paket Bantuan untuk Warga Ring 1 Grobogan dan Demak

Karakter Waraga mengenakan blangkon bermotif parang yang melambangkan keteguhan dan perjuangan. Ia juga membawa obor Tugu Muda yang merepresentasikan semangat juang dan kegigihan generasi muda.

Busana yang dikenakan berupa rompi beskap bermotif pesisir serta batik asem khas Semarang yang menggambarkan identitas lokal dan sejarah masyarakat setempat.

Selain itu terdapat tiga cincin pada desain maskot yang melambangkan tiga nilai utama olahraga yakni sportivitas, prestasi, dan persaudaraan.

Sementara sabuk kuning dan warna biru pada kostum maskot menggambarkan energi, kepercayaan diri, serta profesionalisme dalam berkompetisi.

Di bagian lain, Wakil Ketua Panitia yang juga Sekum KONI Budi Santoso berharap karya yang terpilih dapat menjadi simbol penyemangat olahraga, menyalakan sportivitas dan kebanggaan bagi masyarakat Jawa Tengah. (Aji)