KUDUS, HELOINDONESIA.COM - - Jawa Tengah meloloskan empat pesilat pada babak perempat final nomor tanding cabang pencak silat PON Bela Diri Kudus 2025. Berlaga di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Sabtu (18/9/2025), turun di kelas A Putri, Pradiva Arzeti menang atas Siti Khairani (Gorontalo) dengan 31-5.
Pada laga kelas B putra, Rizki Meiko menang meyakinkan atas Riyo Fernando (Jambi) dengan 35-4. Jejak Rizki diikuti Muhammad Faizal yang mengalahkan Ahmad Kurniawan (Kalimantan Selatan) 37-7 di kelas F putra. Sedangkan Azka Shahia harus bersusah payah mengalahkan Vionika (Bengkulu) dengan 6-(-5) di kelas B putri.
Baca juga: Terpilih Aklamasi, Setiawan Hendra Kelana Pimpin PWI Jateng Periode 2025-2030
Butsaina Okta melenggang ke semifinal seni tunggal putri usai meraih angka 9,920. Perolehan tersebut lebih baik dari Azka Fadilalah (Bangka Belitung) yang medapatkan 9,860 poin.
Manajer tin pencak silat Jateng Sigit Infantoro mengatakan, performa pesilat Jateng jauh lebiuh baik dibanding hari pertama. Hal ini dilihat dari skor yang cukup jauh dibanding lawannya. Namun, Sigit meminta pesilat Jateng tetap fokus dan tidak terlalu percaya diri.
''Kami senang dengan keberhasilan pesilat Jateng menembus perempat final. Kami belum tahu siapa lawan di delapan besar nanti. Tapi, kalau melihat penampilan lawan, kami optimistis bisa ke semifinal,'' tandas Sigit usai pertandingan.
Lebih Fokus
Dia meminta, pesilat Jateng lebih fokus lagi pada babak empat besar nanti, sebab lawan akan jauh lebih kuat. Laga menegangkan terjadi di kelas B putri, antara atlet Jateng Azka Shahia melawan Vionika dari Bengkulu.
Baca juga: Etnaprana Nusantara, Cara Perawatan Kecantikan dan Kesehatan Secara Lahiriah dan Batiniah
Mengawali pertandingan, Shahia sempat tertinggal jauh dari lawan dengan 11-6. Bahkan, Azka sempat mendapat hukuman pengurangan lima poin setelah melanggar menendang bagian atas Vionika. Skor menjadi 11-1 untuk Vionika.
Tertinggal, Azka semakin agresif melancarkan serangan. Sehingga memancing kesalahan lawan. Vionika juga mendapat hukuman pengurangan nilai hingga tiga kali menjadi (-5). Laga pun berakhir 6- (-5) untuk Azka Shahia.
''Azka masih terburu-buru ingin mendapat nilai. Gaya bermain saat masih di level remaja masih terbawa, hal ini tidak bisa ketika bertanding pada level dewasa,'' tutur Pelatih Silat Jateng Slamet Haryo Mulyanto.
Tertinggal jauh, Yoyok sapaannya, memberi arahan agar Azka lebih tenang dan menekan lawan lebih dalam. Perubahan ini, membuat Vionika melakukan kesalahan dan mendapat pengurangan poin.
''Ya itu, Azka masih dalam transisi ke level dewasa. Masih butuh jam terbang lagi. Harus lebih tenang lagi saat semifinal melawan Laras Pramudya dari Banten,'' kata Yoyok.
Sementara itu Azka Shahia mengaku terburu-buru menekan lawan sehingga terkena bantingan dan pengurangan poin. ''Saya akan lebih tenang lagi saat semifinal,'' tandasnya. (Aji)