SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - KONI Jawa Tengah menerima audiensi pengurus provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Jawa Tengah yang ingin bergabung di bawah naungan KONI, Rabu 25 Februari 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor KONI Jateng tersebut membahas sejumlah persyaratan administratif dan teknis agar domino dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi.
Baca juga: DModifest Jateng Hadir di Mal, Dorong UMKM Syariah di Sektor Fashion dan Kuliner
Wakil Ketua II KONI Jateng, Dwi Yaswanto, yang menemui langsung rombongan pengurus Orado Jateng menyampaikan bahwa Orado merupakan organisasi domino yang baru dideklarasikan di tingkat pusat pada 7 Januari lalu dan kini tengah membentuk kepengurusan di daerah, termasuk Jateng.
“Siang ini kami menerima audiensi dari Orado Jawa Tengah yang menanyakan syarat-syarat untuk bisa bergabung di bawah naungan KONI. Tentu kami mengacu pada AD/ART KONI Jawa Tengah dan KONI Pusat,” ujar Yayan, sapaan Dwi Yaswanto.
Ia menjelaskan, salah satu syarat utama adalah kepengurusan harus sudah terbentuk minimal 50 persen plus satu dari jumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dengan jumlah 35 kabupaten/kota, maka setidaknya harus terbentuk kepengurusan di 18 daerah.
Selain itu, di tingkat kabupaten/kota, pengurus juga harus memiliki klub-klub yang berada di bawah naungannya.
Struktur organisasi yang jelas hingga tingkat daerah menjadi syarat penting sebelum sebuah cabang olahraga dapat diterima sebagai anggota KONI.
Yayan menambahkan, saat ini Orado di tingkat pusat juga belum terdaftar secara resmi di KONI karena masih harus memenuhi sejumlah ketentuan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional sesuai regulasi yang berlaku.
Apresiasi
Meski demikian, KONI Jateng mengapresiasi inisiatif Orado dalam mengembangkan domino menjadi olahraga prestasi.
Baca juga: Juarai Corla Idol Indonesia, Mahasiswi FTIK USM Ini Raih Hadiah Umrah
Menurutnya, permainan domino yang selama ini dikenal luas di masyarakat memiliki unsur konsentrasi dan ketahanan mental yang kuat, terutama saat dimainkan dalam situasi kompetitif.
“Permainan ini sudah sangat memasyarakat, bukan hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional. Tinggal bagaimana pembinaan dan regulasinya diperjelas agar benar-benar menjadi olahraga prestasi,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir Ketua Umum Orado Jateng, Suli Wiranta menyampaikan, setelah beraudiensi dengan KONI Jawa Tengah, pihaknya langsung memasang target percepatan pembentukan kepengurusan di daerah serta membidik keikutsertaan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) April mendatang.
“Kami ingin Orado Jawa Tengah ini bisa terdaftar dan memenuhi syarat sebagai cabang olahraga. Target kami, pembentukan kepengurusan di 29 kabupaten dan 6 kota harus segera terealisasi,” ujarnya.
Saat ini, kepengurusan yang sudah terbentuk baru di enam daerah, yakni Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Batang, dan Jepara. Meskipun masih terbatas, pihaknya optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah dalam waktu dekat.
Baca juga: Sabet Penghargaan Nasional, Luthfi Beberkan Strategi Penanganan Sampah di Jateng
Menurut Suli, percepatan pembentukan cabang menjadi penting karena Orado Jawa Tengah juga tengah mengejar agenda nasional.
Dari pengurus pusat, mereka didorong agar bisa mengikuti Kejurnas pada April mendatang.
Senada, Wakil Sekretaris Orado Jawa Tengah, Yaya Oktavianus Ronsumbre, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penjaringan atlet di tingkat kabupaten/kota.
Setiap kabupaten/kota nantinya maksimal mengirimkan tiga atlet ke tingkat provinsi.
Dari situ akan dilakukan seleksi kembali untuk menentukan atlet terbaik yang diberangkatkan ke Kejurnas di Jakarta.
“Untuk Jawa Tengah, setelah pembentukan cabang selesai, kami langsung fokus seleksi atlet. Targetnya bisa tampil di Kejurnas bulan April. Tanggal pastinya masih menunggu informasi dari pusat,” jelasnya.
Melalui langkah ini, Orado Jawa Tengah berharap dapat mengubah stigma lama terhadap domino. Jika sebelumnya identik dengan permainan santai bahkan kerap dipandang negatif, kini domino didorong menjadi olahraga resmi dengan sistem organisasi, pembinaan, dan kompetisi yang terstruktur.
Dengan dukungan regulasi serta pembinaan yang berjenjang, domino diharapkan tak lagi sekadar permainan rakyat, melainkan menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi dari Jawa Tengah. (Aji)