Helo Indonesia

Kerugian Konsumen Pertamina Bukan Hanya RON, Bisa dari Parameter Kualitas BBM Lainnya

Satwiko Rumekso - Opini
Senin, 3 Maret 2025 10:06
    Bagikan  
Parameter kualitas BBM
Istw

Parameter kualitas BBM - Kualitas BBM bukan hanya dari RON

HELOINDONESIA.COM -Dugaan praktik curang dalam penjualan bahan bakar oleh Pertamina semakin mencuat. Konsumen merasa tertipu karena membeli BBM dengan harga Pertamax (RON 92), tetapi kualitasnya diduga hanya setara dengan Pertalite (RON 90) atau bahkan lebih rendah.

"Yang kami temukan adalah fakta hukum. Fakta hukum bahwa PPN melakukan pembayaran terhadap RON 92 berdasarkan price list. Sementara barang yang masuk atau minyak yang masuk itu adalah RON 88 atau RON 90," kata Harli di kantor Kejagung, Jumat (28/2/2025).

Namun, kerugian yang dialami konsumen bisa lebih dari sekadar perbedaan angka RON. Kualitas bahan bakar ditentukan oleh banyak faktor lain yang berpengaruh pada performa mesin, efisiensi pembakaran, serta dampak lingkungan.

Faktor Penentu Kualitas BBM

- Research Octane Number (RON) & Motor Octane Number (MON): Menentukan ketahanan bahan bakar terhadap knocking.

- Kepadatan: Mempengaruhi kandungan energi dan efisiensi pembakaran.

- Kandungan Deterjen: Berfungsi menjaga kebersihan saluran dan ruang bakar.

- Kandungan Sulfur: Harus rendah untuk mengurangi emisi berbahaya.

- Kandungan Aromatik & Benzena: Dibatasi untuk menekan emisi beracun dan meningkatkan efisiensi pembakaran.

- Tekanan Uap: Menentukan volatilitas bahan bakar agar sesuai dengan kondisi musim.

- Karakteristik Distilasi: Mengatur penguapan bahan bakar melalui parameter T10, T50, dan T90.

- Kandungan Oksigen: Dikontrol untuk optimasi pembakaran dan reduksi emisi.

- Kandungan Timbal & Logam: Harus diminimalkan agar tidak merusak mesin dan lingkungan.

- Stabilitas Oksidasi: Menjaga bahan bakar agar tidak mengalami degradasi seiring waktu.

Jika BBM hanya dimanipulasi dari RON 90 menjadi RON 92 tanpa menjaga faktor kualitas lainnya, dampaknya bisa lebih buruk dari yang diperkirakan. Efisiensi mesin bisa menurun, meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, serta memperburuk emisi gas buang.

Konsumen berhak mendapatkan BBM yang sesuai dengan standar dan harga yang dibayarkan. Jika dugaan ini terbukti, tindakan tegas harus diambil demi menjaga kualitas bahan bakar serta melindungi hak konsumen.*** Opini Aditya