HELOINDONESIA.COM - Jika zaman dulu orang mengemis hanya mencari makan karena lapar, namun sekarang pengemis menjadi pekerjaan menjanjikan, banyak yang membuktikan.
Untuk itu jangan anggap remeh pengemis, meski bermodal pakaian compang camping dengan wajah memelas meminta-minta dari satu tempat ke tempat lain.
Namun mereka memiliki penghasilan lebih dari cukup, dibanding pekerja rendahan lainnya seperti buruh tani, kuli bangunan, kuli pasar dan pekerjaan kasar lainnya.
Di Kediri seorang lansia berusia 70 tahun bernama Roisah yang sehari-hari menjadi seorang pengemis meninggal dunia dan meninggalkan uang ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini sungguh mengejutkan warga di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Roisah sepekan lalu meninggal dunia di rumah cucunya di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar yang berjarak cukup jauh dengan rumah anaknya.
Wanita pengemis itu harus bersama anaknya dan cucunya lantaran menderita sakit, hingga akhirnya harus menjalani opname dan rawat jalan hingga akhirnya meninggal dunia.
"Dan nanti malam pas hari ketujuhnya, ternyata meninggalkan rezeki yang besar untuk orang yang ditinggalkannya," ujar seorang warga.
Sementara cerita penemuan uang ratusan juta ini bermula dari informasi Kasi Pelayanan Pemerintah Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Manon Kusiroto yang membenarkan adanya peninggalan uang itu.
Manon mengatakan selepas kematian nenek yang sehari-harinya mengemis ini ternyata di rumah tinggalnya ditemuang uang ratusan juta rupiah.
Jika dilihat sepintas di dalam rumah Roisah yang jelek itu, tampak terlihat kumuh dan banyak ditemukan tumpukan kaleng dan puluhan tas ransel, yang ada di dalam rumah.
Baca juga: Baliho Gus Samsudin Diturunkan Satpol PP Blitar, Sosoknya Berbeda Dengan Udin yang Dulu
Semua orang tidak ada yang mengira jika tumpukan kaleng dan ransel itu ternyata harta karun dari Mbah Roisah seorang pengemis tua di desa itu.
Pasca meninggalnya nenek pengemis ini, kerabat Roisah mendatangi rumah dan kemudian menemukan tumpukan kaleng dan tas ransel itu.
Kasi Manon Kusiroto mengisahkan setelah kerabat Mbah Roisah membuka salah satu tumpukan tas ransel jelek itu ternyata di dalamnya berisi uang, begitu juga dengan tumpukan kaleng.
Tak main-main jumlah uang yang ditemukan di dalam rumah Mbah Roisah diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan juta.
Bahkan hingga Kamis (21/3/2024) siang penghitungan uang milik wanita berusia 70 tahun itu masih belum selesai, mengingat uang dimasukan ke dalam kaleng dan tas tidak beraturan.
Baca juga: Cah Blitar Kembali Cetak Gol, Arkhan Kaka Koleksi Dua Gol di Piala Dunia 2023
"Di dalam rumah ada tumukan tumpukan kaleng dan tas isinya uang kertas. Di dalam kaleng berisi uang logam. Jumlah kaleng ada 50-an lebih, belum tas-tasnya yang cukup banyak," kata Manon seperti lansir beritajatim.com, Kamis (21/3/2024).
Setelah menemukan banyak uang di dalam rumah itu, dipimpin ketua RT setempat bersama saudara dan kerabatnya mulai menghitung jumlah uang itu.
Hingga siang penghitungan masih belum selesai namun hingga acara penghitungan siang itu uangnya sudah dapat diketahui sebanyak Rp200 juta.
"Insyaallah jumlah uangnya lebih dari Rp200 juta lebih," kata Manon kepada wartawan di Kediri.
Baca juga: Menjelang Pemilu 2024 Tempat Keramat Blitar dan Makam Bung Karno Mulai Banyak di Datangi Caleg
Menurut cerita dari perangkat desa itu, Roisah mulai mengemis setelah bercerai dengan suaminya, dan sudah sempat memiliki satu orang anak perempuan yang tinggal di Udanawu, Blitar yang sudah berpisah sejak baru lahir.
Bahkan cerota kelahirannya anak Roisah ini diserahkan kepada orang lain, namun akhirnya dia kembali bertemu setelah Roisah sakit.
Sebelum meninggal Roisah sempat sakit selama sepekan, mengeluhkan badannya lemas lalu oleh sang cucu sempat dipanggilkan dokter.
Baca juga: Bansos dan Asal Usul Pengemis
Bahkan Roisah juga sempat opname di rumah sakit, namun akhirnya diperbolehkan pulang sambil rawat jalan.
Namun saat hendak kontrol untuk yang ketiga kalinya Roisah meninggal dunia kemudian dimakamkan TPU di Desa Slemanan, Udanawu, Blitar. **
