Helo Indonesia

Indonesia Tolak Bantuan Internasional pada Operasi Penyelamatan Sandera KKB Papua, Ini Alasannya

Senin, 29 Mei 2023 20:34
    Bagikan  
KKB Papua.
Tangkapan layar Youtube/ Reuters

KKB Papua. - KKB Pimpinan Eganius Kogoya mengancam akan menembak pilot Susi Air jika dalam 2 bulan tidak ada negosiasi.

HELOINDONESIA.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Eganius Kogoya kembali mengancam akan membunuh pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Pilot asal Selandia Baru itu disandera sejak 7 Februari setelah mendaratkan pesawat di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Menanggapi ancaman tersebut, Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut, ancaman pembunuhan sandera sudah sering disampaikan oleh KKB. Namun Ia mengatakan, pada prinsipnya pemerintah akan tetap berusaha membebaskan Philip dengan selamat.

Mahfud menambahkan, untuk upaya penyelamatan tersebut, Pemerintah Indonesia menolak segala jenis bantuan dari negara lain. Alasannya, jika pemerintah menerima bantuan dari baik dari negara lain atau LSM internasional, maka akan ada pihak lain yang akan ikut campur termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Rilis Video Terbaru, KKB Papua Ancam Akan Tembak Mati Pilot Susi Air

"Apapun taruhannya tidak boleh internasional ke situ, karena kalau itu diiyakan, nanti akan merembet, ke PBB, ke mana. Ternyata ada ini, ada itu sehingga kita tolak setiap upaya campur tangan internasional yang disodorkan oleh LSM internasional yang datang ke kita," kata Mahfud dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik Dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024 di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Senin (29/5).

Mahfud ingin Pemerintah Indonesia sendiri yang menangani operasi pembebasan pilot Susi Air. Dia yakin Indonesia bisa tanpa mendapat bantuan dari negara lain. "Kita tangani sendiri secara internal. Kita kebijakannya tidak boleh melibatkan negara lain. Ini internal kita, dan kita bisa melakukan itu," ujarnya lagi.