Helo Indonesia

Peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab Kendal Laksanakan Ziarah Makam

Senin, 21 Oktober 2024 15:20
    Bagikan  
Peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab Kendal Laksanakan Ziarah Makam

Pj Sekda Agus Dwi Lestari bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama di Kabupaten Kendal saat ziarah kubur

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Peringatan Hari Santri Nasional 2024, Pj Sekda bersama jajaran Forkopimda, Kepala OPD, dan tokoh agama di Kabupaten Kendal ke sejumlah makam para ulama, Senin 21 Oktober 2024.

Ada tiga makam yang diziarahi, yakni makam Sunan Abinowo di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Makam Sunan Kyai Guru Desa atau KH Hasyim Asy’ari di Protomulyo, Kaliwungu Selatan dan makam Wali Gembyang di Kelurahan Patukangan, Kecamatan Kendal.

Baca juga: UKM PSM Sapta Gita Jaya USM Gelar Pre-Competition Concert

Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, kegiatan ziarah makam ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri Nasional 2024.

"Hari ini panitia melaksanakan rangkaian Hari Santri 2024 dengan ziarah makam ke tokoh agama. Tujuannya adalah untuk mengenang jasa-jasa beliau sebagai penyebar agama Islam di Kendal dan sekitarnya. Tentunya kita juga mendoakan arwah beliau. Kemudian untuk mewarisi jiwa beliau-beliau yang tanpa menyerah berdakwah," ujar Agus Dwi Lestari.

Kepala Kemenag Kendal, Mahrus menyatakan, ziarah makam ini sesuai dengan tema peringatan Hari Santri Nasional 2024 yaitu "Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan". Yang mempunyai arti meneruskan perjuangan para ulama terdahulu.

"Kita meneruskan perjuangan ulama terdahulu salah satunya dengan cara berziarah ke makam wali-wali yang telah berjuang waktu dulu untuk kemerdekaan negara ini. Dan kali ini kita mengisi kemerdekaan dengan cara kita, peperti hari ini ziarah makam," terang Mahrus.

Baca juga: Kemenparekraf Luncurkan Pedoman Penerapan BGCE Wujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Ia berharap, momentum Hari Santri Nasional 2024 ini, para santriwan dan santriwati bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Harapannya mereka bisa mengisi kemerdekaan ini dengan caranya sendiri. Generasi Z itu diajar oleh generasi X Dan diharapkan generasi Z dan X bisa berkolaborasi sehingga melahirkan para santriwan santriwati yang bisa menjadi generasi penerus para ulama tempo dulu," pesannya.(Anik)