Helo Indonesia

Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Sebabkan Penutupan Sejumlah Bandara di Nusa Tenggara 

Minggu, 10 November 2024 11:43
    Bagikan  
Erupsi Gunung-
Ist

Erupsi Gunung- - AirNav telah menerbitkan ASHTAM (Aviation Ash Advisory Message) nomor VAWR 0473 sebagai langkah antisipasi keselamatan penerbangan di sejumlah bandara terdampak. 

HELOINDONESIA.COM - Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi sejak Sabtu pagi, 9 November 2024, pukul 08.50 WITA, telah berdampak signifikan pada aktivitas penerbangan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Gunung yang kini berstatus Level IV atau “Awas” ini mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi 6 kilometer dari puncaknya.

Menurut keterangan dari AirNav Indonesia, kolom abu tebal terpantau berwarna kelabu dan condong ke arah barat laut. 

AirNav telah menerbitkan ASHTAM (Aviation Ash Advisory Message) nomor VAWR 0473 sebagai langkah antisipasi keselamatan penerbangan di sejumlah bandara terdampak. 


Berikut bandara yang sementara ditutup beserta durasi penutupannya:

Bandara Internasional Komodo (NOTAM A3354/24) hingga pukul 20.00 WITA.

Bandara H. Hasan Ende (NOTAM C1800/24) hingga 11 November 2024 pukul 06.00 WITA.

Bandara Bajawa(NOTAM C1801/24) hingga pukul 17.00 WITA.

Bandara Frans Sales Lega (NOTAM C1802/24) hingga pukul 13.00 WITA.

Bandara Fransiskus Xaverius Seda (NOTAM C1803/24) hingga Senin, 11 November 2024 pukul 06.00 WIB.


Data sementara menunjukkan total 24 penerbangan dibatalkan dan 4 penerbangan ditunda di Bandara Komodo, 4 penerbangan dari dan menuju Bandara El Tari Kupang, serta beberapa penundaan di Bandara Frans Sales Lega dan Bandara Fransiskus Xaverius Seda.

"AirNav Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbarui informasi demi menjaga keselamatan penerbangan," papar keterangan tertulis, Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Herman Soegijantoro, Minggu (10/11/24).