Helo Indonesia

Rupiah Melemah, Ini Saran Samuel Wattimena kepada Pelaku UMKM di Pedurungan

Senin, 16 Desember 2024 06:43
    Bagikan  
Rupiah Melemah, Ini Saran Samuel Wattimena kepada Pelaku UMKM di Pedurungan

Anggota DPR RI Samuel Wattimena saat bertemu pelaku UMKM di Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dinilai sedang tidak baik-baik saja. Situasi itu sudah berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan.

+Salah satu indikatornya, nilai tukar rupiah ke dolar AS yang terus melemah hingga mencapai Rp 16 ribu.
Pandangan ini disampaikan oleh politikus PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI, Samuel Wattimena di depan seratusan konstituennya yang juga anggota UMKM di Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Minggu, 15 Desember 2024.

''Hal ini tidak perlu ditakuti, apalagi sampai panik. Meskipun, efek dari kenaikan nilai tukar ini bisa membuat apa-apa jadi naik,'' tandasnya.

Baca juga: Jenis-jenis Olahraga yang Membuat Napas Menjadi Panjang

Pertemuan ini, adalah rangkaian safari pertama Samuel menyapa konstituennya usai dilantik 1 Oktober 2024 lalu dengan memanfaatkan masa reses DPR RI.

Pada, Minggu, 15 Desember 2024, Samuel tidak hanya datang menyapa warga dan UMKM di Kalicari ini, tetappiia juga sudah menghadiri lomba lari Semarang 10 K bersama Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan menyapa warga Kelurahan Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan.


Maklum, Pedurungan adalah kecamatan yang paling tinggi memberikan suara untuk kemenangan samuel di dapil 1 Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Samuel mengatakan, yang perlu dilakukan para pelaku UMKM adalah menyikapi hal ini dengan baik. Sebab, katanya, situasi ini tak mungkin dihindari justru sudah harus dihadapi.

‘’Lalu UMKM menyikapinya seperti apa? Dalam situasi ini, justru sekarang waktu yang tepat untuk para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk kita Ada,’’ tambah Anggota Komisi VII DPR RI dari Dapil 1 Jawa Tengah (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga) ini.


‘’Sebab jika semakin menurun kualitasnya akan semakin tidak menjual produk-produk kita,’’ tambah pria yang juga perancang mode.

Baca juga: NKRI Terbentuk Tak Lepas dari Ajaran Walisanga


Dengan ditambah dengan branding yang bagus dan memadai, Samuel meyakini, bahwa kondisi yang tidak baik-baik saja saat ini bisa menjadi momentum bagus bagi UMKM di Indonesia untuk tampil lebih baik.
Tiga poin penting yang ditekankan oleh Samuel dalam meningkatkan kemampuan UMKM yaitu dipelajari, dipahami, didata, produk kita, sehingga bisa menjual dengan baik.


Harapannya, paling tidak, ke depan apa yang kita miliki atau kita produksi ini akan dicari orang ketika orang ke Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Samuel mendatangkan salah satu pelaku UMKM yang sekarang sudah menjelma menjadi pemilik banyak pusat kuliner mulai dari rumah makan hingga resto, Diva.
Diva adalah owner dari RM Ayam Goreng dan Tumpang Koyor Bu Yusro Salatiga. Saat ini bisnisnya sudah berkembang dengan memiliki enam gerai dan resto dengan berbagai usaha.

Jadi Pemimpin Pasar

Pengusaha muda ini bercerita, awal mula membuka usaha adalah bertiga bersama kakak dan iparnya, hanya dengan 4 meja. Kini setelah 11 tahun, usahanya ini sudah berkembang dengan memiliki enam garai termasuk gerai dengan produk yang berbeda.

‘’Jadi sebelum kita terjun, jika putuskan dulu, bisnis kita ingin jadi pemimpin pasar, penantang pasar atau hanya sekedar jadi follower saja,’’ katanya.

Jika ingin jadi pemimpin pasar kita harus memiliki sesuatu yang berbeda yang bisa dijual dibandingkan prodak yang sama yang sudah mendapatkan tempat.

‘’Kita masih ingat orang jualan air putih, semua orang tertawa air putih dijual lebih mahal dibandingkan bensin. Tapi ownernya tahu yang dijual bukan air putih tapi higienitasnya,’’ lanjut dia.
Dari itu, lanjut Diva, pelaku usaha jika ingin sukses haru punya tiga hal, yaitu Karakter, Kemampuan, dan Strategi yang tepat.

‘’Dan satu hal yang perlu saya ingatkan, kuatkan pondasi dulu yang kuat sebelum membuka cabang-cabang,’’ tandas Diva. (Aji)