SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof Sudharto P Hadi MES, PhD, Rektor Universitas Semarang (USM) Dr Supari Priambodo ST MT didampingi Kaprodi S2 Magister Hukum Pascasarjana USM Dr Drs H Adv Kukuh Sudarmanto BA SSos SH MM MH membangun networking dengan pondok pesantren.
Salah satunya dengan bersilaturahmi ke Pimpinan Pondok Pesantren Rohmatul Ummah kepada KH Saiful Amar SE MH, di Pondok Pesantren Rohmatul Ummah Brangsong, Kaliwungu Kendal, pada Minggu 22 Desember 2024.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2025, BPKN RI Tinjau Persiapan KAI di Stasiun Tawang
Prof Sudharto mengatakan, silaturahmi ke lembaga pendidikan Pondok Pesantren tersebut sebagai wujud komitmen Yayasan Alumni Universitas Diponegoro yang menaungi Perguruan Tinggi Universitas Semarang, memahami pentingnya kehadiran ''Kia Kampung'' di tengah masyarakat seperti KH Saiful Amar.
Menurutnya, KH Saiful telah berjuang dengan susah payah untuk mendidik ummat dan calon pemimpin bangsa dengan semangat yang luar biasa memberikan pendidikan di Pondok Pesantren.
''Kami berharap, beliau tetap semangat menularkan ilmunya di pondok pesantren melalui pendidikan mengaji kepada para santri,'' kata Prof Dharto, panggilan akrabnya.
Membangun Networking
Rektor Universitas Semarang, Supari mengatakan, USM selalu membangun networking atau jejaring dengan lembaga manapun, termasuk pondok pesantren, karena pada dasarnya Universitas Semarang hadir adakah untuk semua lapisan masyarakat.
''Silakan sambil mondok, para santri bisa kuliah di Universitas Semarang. Mau mengambil kuliah pagi atau kuliah sore, sehingga kelak akan jadi pemimpin yang komprehensif dan akseptabel. Ilmu agama dikuasai, ilmu pengetahuan juga didapat, sehingga penguasaan makin lengkap ketika memimpin negara yang besar seperti Indonesia,'' ungkapnya.
Baca juga: Kabar Duka, Dokter Tim Persib Raffi Ghani Meninggal Dunia
KH Saiful mengatakan, kegiatan di Pondok Pesantren cukup padat. Baik majelis ibu-ibu, bapak bapak dan anak anak seperti setoran hafalan Alquran, madrasah dan wustho, tadarus dan murajaah, kajian kitab kuning, zikir Qolwat.
''Selain itu ada juga jam'iyah Yasin, Waqiah dan tabarok, nanaqiban, kajian fiqih, dan kegiatan yang lain,'' katanya.
Kaprodi S2 Magister Hukum Universitas Semarang, Kukuh Sudarmanto berharap, pada saatnya nanti para santri dan santriwati akan kuliah S2 Hukum di Universitas Semarang agar para santri juga menguasai Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Bisnis. (Aji)
