LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM ------ Pesantren kilat (Sanlat) siswa SMAN Way Jepara Kabupaten Lampung Timur ditutup dengan tausiah ramadan dan buka bersama Sabtu (8/3). Dengan sanlat diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa siswa.
Satlat yang dimulai sejak Kamis (6/3) diikuti seribu lebih siswa dari kelas 10 hingga kelas XII dengan mendatangkan mentor atau pembimbing dari ormas Islam NU dan Muhammadyah serta dari pondok pesantren.
Selain itu, pada penutupan acara itu, pihak sekolah menghadirkan dua penceramah yakni Firdaus Ramansyah dari Bandarlampung dan Arif Kurniawan, pengajar SMAN Labuhanratu.
Ustadz Firdaus dalam tausiahnya menyampaikan kajian umum tentang shalat, keutamaan puasa di bulan ramadan, pola hidup sesuai sunnah Rasul serta penggunaan media sosial yang dapat meningjatkan iman dan taqwa siswa atau umat.
"Mari kita manfaatkan bulan ramadan yang penuh barokah ini dengan menjalankan semua kebajikan dan berharap ridha Allah,SWT," ujar Firdaus Armansyah.
Ustadz Arif dalam tausiahnya mengatakan, ramadan merupakan momentum yang penuh keberkahan yang terjadi setahun sekali. Di dalamnya, umat muslim tidak semata menahan lapar dan dahaga.
Tapi, di bulan yang penuh barokah dan ampunan ini, umat muslim dianjurkan mengisi kegiatan seperti shalat taraweh berjamaah, tahajut, membaca al quran dan berbagai kegiatan lain yang dapat melbur dosa.
"Jangsn sia-siakan bulan yang penuh rahmad ini. Karena tidak ada jaminan kita akan bertemu dengan ramadan tahun mendatang,"ujar alumni Al Azhar Kairo Mesir itu.
Wakasek bidang kesiswaan Martoyo didampingi guru pendidikan agama Islam Umi Muslikhah mengatakan, semua materi sanlat tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Pada ramadan tahun ini, semua materi telah ditentukan Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan Provinsi.
"Semua materi telah ditentukan dari provinsi. Pihak sekolah tinggal melaksanakan,"ujar Martoyo.
Melalui sanlat, pihak sekolah berharap siswa yang jumlahnya lebih seribu itu mampu mengaplikasikan nilai-nilai atau hikmah dari kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Apalagi, mentor atau pembimbing yang mengisi acara itu adalah orang yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.
"Melalui pesantren kilat ini, kami berharap akan menambah ilmu dan merubah karakter siswa yang lebih Islami,"pungkasnya.
(Khairuddin)
