Helo Indonesia

Rizky Aritonang Siap Pasang Badan Hadapi Pemilik Stockpile Nakal

Sabtu, 15 Maret 2025 13:51
    Bagikan  
Rizky Aritonang Siap Pasang Badan Hadapi Pemilik Stockpile Nakal

Rizky Aritonang. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Anggota Komisi D DPRD Kendal Rizky Aritonang meminta para pengusaha stockpile atau tempat penyimpanan material yang ada di Kecamatan Weleri tidak main-main terhadap usahanya. Apalagi operasional truk dump milik pengusaha stockpile ini mengakibatkan dampak yang merugikan lingkungan sekitar hingga jalan rusak.

"Para pengusaha stockpile di Kecamatan Weleri jangan berani main-main terkait usahanya yang banyak merugikan masyarakat. Pelaku usaha harus memikirkan lingkungan dan dampak bagi masyarakat sekitar. Saya siap pasang badan untuk masyarakat Weleri," tegas Rizky, Sabtu 15 Maret 2025.

Baca juga: Mbak Sisca: Stockpile akan Ditutup jika Pengusaha Mangkir Perbaiki Jalan Rusak

Politisi dari Partai Gerindra ini mengaku banyak menerima masukan secara langsung maupun melalui media sosialnya terkait operasional truk dump yang banyak menimbulkan dampak jalan berdebu dan jalan rusak hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Terlebih dalam musyawarah bersama terkuak bahwa usaha stockpile di Kecamatan Weleri belum berijin atau ilegal.

"Kami merasa risih ketika banyak masyarakat mengadu jalannya rusak akibat dump truck, apalagi saya kelahiran Weleri. Jangan sampai ada perusahaan yang ilegal tidak berijin dan mengakibatkan kerusakan jalan dan dampak lingkungan di empat desa di Weleri," tegasnya.

Untuk itu dirinya berharap setelah tercapainya kesepakatan bersama, para pengusaha stockpile segera merealisasikan perbaikan jalan yang berada di lingkungan padat penduduk, sebagai akses masyarakat beraktivitas baik sekolah, kerja dan lainnya.

"Kalau jalannya kayak jalan kerbau dan sapi, berlumpur gitu sangat berisiko kecelakaan. Mudah-mudahan diskusi tadi dapat menemukan titik terang. Para pengusaha memikirkan masyarakat jangan hanya kepentingan pribadi," ungkapnya.

Tujuh Stockpile

Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo mengungkapkan, setidaknya ada 7 stockpile di Kecamatan Weleri, diantaranya di Desa Bumiayu dan Penyangkringan. Operasional stockpile tersebut berdampak bagi lingkungan sekitar terutama jalan berdebu dan rusak.

"Ada 7 stockpile, yang banyak di Desa Bumiayu, sementara mereka belum berijin, satu yang sedang berproses. Tapi mereka sudah melakukan kegiatan operasional. Itu ilegal jadinya, sementara dengan pihak desa tidak ada komunikasi apalagi dengan kecamatan," katanya.

Baca juga: Polri Akan Tegas Tindak Preman Berkedok Ormas yang Ganggu Investasi

Ia berharap pemilik usaha stockpile di Kecamatan Weleri tidak merugikan warga dan lingkungan sekitar. Serta bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan dan fasilitas lainnya

"Yang penting kesepakatan dari pemilik stockpile untuk bertanggung jawablah. Harapan warga mereka berusaha, ya menyemprot jalan agar tidak ada debu, kemudian kalau ada lubang ya ditambal dengan material yang sesuai standart," tegas Camat Weleri. (Anik)