Helo Indonesia

Kodim Surabaya Gandeng Hipakad Surabaya Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Satwiko Rumekso - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 29 April 2025 18:07
    Bagikan  
Kodim 0830 Surabaya
Liputan

Kodim 0830 Surabaya - Lomba Karya Bakti TNI AD 2025

HELOINDONESIA.COM -Kodim 0830 Kota Surabaya ditunjuk mewakili Korem 084 Bhaskara Jaya dalam ajang Lomba Karya Bakti TNI AD Tahun 2025. Tahun ini, program karya bakti difokuskan pada dukungan terhadap yayasan anak yatim piatu.

“Program karya bakti itu luas, namun untuk tahun 2025 ini fokus kepada Yayasan Anak Yatim Piatu,” jelas Mayor ARH Suhardi, Pasiter Kodim 0830 Surabaya.

Salah satu lembaga yang terpilih adalah Yayasan Immanuel (Putra), jalan Gatotan Surabaya, Di tempat ini, kegiatan karya bakti dilaksanakan dalam bentuk bantuan fisik dan non-fisik.

“Untuk bantuan fisik, kami melakukan rehab bangunan. Apa pun yang rusak, kami perbaiki,” kata Suhardi.

Beberapa perbaikan meliputi pengecatan bangunan dari depan hingga belakang serta perbaikan saluran air. Kodim juga menyerahkan peralatan olahraga seperti raket bulu tangkis, bola basket, dan perlengkapan lainnya.

Di luar itu, ada pula kegiatan non-fisik, yakni pemberian materi edukatif. Salah satunya materi kesehatan yang disampaikan oleh tim DKT/Kesdam.

“Kami juga memberikan sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan oleh DPC Hipakad Surabaya,” tambahnya.

Materi lainnya adalah pelatihan psikologi untuk membangun mental dan semangat anak-anak panti.

Ketua DPC Hipakad Surabaya, Agung Wicaksono SE, menyatakan komitmennya dalam mendukung program ini.

"Kami hadir sebagai wujud peran serta dalam mendukung program Indonesia Bersinar—bersih narkoba," katanya.

“Alhamdulillah saat ini kami berkolaborasi langsung dengan Kodim 0830,” imbuh Agung.

undefined

Sementara itu, Ketua LKSA Immanuel, Imanuel Subandi, mengungkapkan bahwa yayasannya berdiri sejak 1938, namun gedung baru dibangun tahun 1979.

“Dulu namanya yayasan anak yatim piatu, sekarang mengikuti regulasi pemerintah menjadi LKSA Immanuel,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa anak-anak di lembaganya tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga dibekali keterampilan hidup agar siap mandiri saat keluar dari panti.

“Anak-anak juga dilatih mandiri, seperti mengepel, mencuci baju, hingga memasak, agar tidak kaget saat menghadapi dunia luar,” tutupnya.***