Helo Indonesia

Komunitas Tunarungu Ojek Online Semarang Sambangi Basarnas, Belajar Teori Pertolongan Dasar

Kamis, 1 Mei 2025 08:40
    Bagikan  
Komunitas Tunarungu Ojek Online  Semarang Sambangi Basarnas, Belajar Teori Pertolongan Dasar

Komunitas ojek online anggota Koturos saat kunjungi Kantor Basarnas Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Komunitas Tunarungu Ojek Online Semarang atau Koturos pada Rabu 30 April 2025, berkunjung ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang. Tujuan mereka adalah untuk belajar mengenai keselamatan dan pertolongan mengingat aktivitas mereka banyak berada di jalanan.

Dengan tetap mengenakan atributnya, dibantu penerjemah dari Koturos, para peserta mencermati secara saksama materi-materi mengenai teori bantuan hidup dasar yang disampaikan dengan bahasa isyarat.

“Terdapat sekitar 20 peserta yang ikut dalam kegiatan edukasi. Selain dijelaskan mengenai teori bantuan dasar, para peserta juga dituntun untuk mempraktikkan resusi jantung paru,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Baca juga: Solo Jadi Tempat Penentu untuk Raih Tiket ke Grand Final Proliga 2025

Bantuan Hidup Dasar atau Basic Life Support merupakan suatu tindakan penanganan dasar untuk menyelamatkan nyawa ketika terjadi henti jantung. Dalam keadaan henti jantung, ketepatan waktu adalah penentu keberhasilan penyelamatan.

“Pemahaman mengenai bantuan hidup dasar tentunya akan menjadi sangat penting mengingat keadaan bahaya dapat terjadi di mana saja. Kami rasa siapa pun perlu memiliki ilmu mengenai hal ini,” ucap Budiono.

Baca juga: Wabup Benny Sentil Bapenda, Target Pajak dari Penambang di Kendal hanya Rp 1,5 Miliar

Antusiasme para peserta semakin memuncak saat memasuki sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan kemudian diutarakan kepada pemateri. Namun, terlepas dari antusiasme yang ada, kegiatan tetap dihiasi oleh canda tawa.

Sesekali para peserta melemparkan lelucon-lelucon ringan; membuat suasana di ruang rapat Kantor SAR Semarang menjadi begitu hangat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pelaksana kegiatan. Tentunya harapan kami adalah agar edukasi ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bilamana dibutuhkan di kemudian hari,” pungkas Budiono. (Aji)