LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Ketua Apindo Lampung Ari Mayzari menegaskan bahwa dunia usaha siap berkontribusi aktif mendukung upaya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.
Ary mengatakan hal itu pada diskusi panel pendidikan bertema “Perda Pendidikan: Senjata Rahasia Menuju IPM Lampung ke-3 Besar di Sumatera” di Ruang Abung, Gubernuran Provinsi Lampung, Rabu (21/5/2025).
Saat ini, IPM Lampung dengan skor 72,50 terpuruk paling buncit di Pulau Sumatera. Gubernur Mirza menginginkan IPM Lampung berada pada tiga besar di Pulau Sumatera.
Lima besar IPM di Sumatera
1. Sumatera Barat – 76,43
2. Sumatera Utara – 75,76
3. Riau – 74,55
4. Sumatera Selatan – 73,84
5. Kepulauan Riau – 73,12
Menurut Ary Mayzari, salah satu bentuk konkret komitmen pengusaha adalah melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami mendorong agar CSR perusahaan tidak hanya jadi kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen nyata dalam mendukung pendidikan. CSR harus diakomodasi dalam Perda, agar arah dan efektivitasnya terukur,” kata Ari.
Lebih jauh, Ari juga mengusulkan perlunya integrasi “kurikulum perusahaan” dalam sistem pendidikan daerah.
Menurutnya, sinkronisasi antara kebutuhan dunia industri dan materi pembelajaran akan menciptakan lulusan yang lebih siap kerja dan relevan dengan tantangan dunia usaha saat ini.
Posisi IPM Lampung Masih Rendah di Sumatera
Dengan posisi IPM Lampung saat ini, tantangan besar ada pada peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, dua dari tiga komponen utama penentu IPM selain daya beli.
Namun demikian, dengan sinergi lintas sektor yang melibatkan DPRD, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat sipil, peserta diskusi optimistis bahwa Lampung dapat naik ke 3 besar IPM Sumatera dalam 5 tahun ke depan.
Peran CSR dalam Pendidikan
CSR perusahaan telah menjadi bagian integral dari pembangunan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa perusahaan nasional bahkan sudah menerapkan CSR berbasis pendidikan yang berkelanjutan, seperti pembangunan sekolah, pelatihan guru, dan program beasiswa.
Menurut laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pada tahun 2023, kontribusi CSR untuk sektor pendidikan nasional mencapai lebih dari Rp1,5 triliun, dengan lebih dari 60% program diarahkan untuk pendidikan dasar dan vokasional.
Di Lampung, beberapa perusahaan besar seperti PTPN VII dan perusahaan tambang telah menyalurkan CSR untuk pembangunan sekolah, pelatihan siswa, serta penyediaan fasilitas belajar.
Namun, tanpa regulasi yang kuat, arah program CSR sering tidak selaras dengan kebutuhan jangka panjang daerah.
Sinergi untuk Lompatan SDM Lampung
Diskusi panel ini menegaskan kembali bahwa peningkatan IPM bukan hanya urusan pemerintah.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk melompatkan mutu SDM Lampung melalui regulasi yang adil, kolaborasi yang nyata, serta kebijakan yang berpihak pada generasi masa depan.
Dengan munculnya Raperda Pendidikan sebagai "senjata rahasia", harapan untuk menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan IPM terbaik di Sumatera kini mulai menemukan jalannya.(Zen Sunarto)
--
