Helo Indonesia

Pembangunan Jalan Provinsi di Tubaba, Menuai Kritik Warga

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 5 Juni 2025 12:01
    Bagikan  
Pembangunan Jalan Provinsi di Tubaba, Menuai Kritik Warga

Pembangunan jalan di Tubaba/ Foto: Rohman

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kurangnya pengawasan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) , Proyek pembangunan jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Rekonstruksi Ruas jalan SP Dayamurni-Gunung Batin di kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, diduga dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan.

Proyek Rekonstruksi itu dikerjakan oleh
CV. Raden Galuh, Nomor kontrak 01/KTR/PPK-K.15/JLN.065/V.03/III/2025 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp. 11.905.837.000.00.

undefined

Berdasarkan pantauan Helo Lampung, terlihat pekerjaan tersebut kurang maksimal, terlihat dari pekerjaan drainase dan penggalian bahu jalan yang diduga kurang dalam, terlihat asal-asalan dan diduga kurang pengawasan dari Dinas terkait.

Satu diantara Warga Tiyuh (Desa) Margomulyo yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa bila dari pengamatan saya pekerjaan yang sedang pada tahapan pengerjaan sudah seperti itu jadi sangat merugikan bagi masyarakat selaku penerima manfaat, karena nantinya berpengaruh pada kualitas dan mutu hasil pekerjaan.

undefined

Lanjutnya, selama ini masyarakat butuh hasil yang maksimal. Pada prinsipnya apapun yang dibangun oleh Pemkab Tubaba maupun Pemprov Lampung dapat dinikmati dalam waktu yang lama.

"Buruknya kualitas pekerjaan itu karena adanya dugaan lemahnya pengawasan dari pihak PPTK Dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Bina konstruksi
Pemprov Lampung atau konsultan pengawas,"pungkasnya saat dikonfirmasi Senin, tanggal 02 Juni 2025 lalu.

Sementara itu, Enal selaku pengawas lapangan mengatakan bahwa pekerjaan tersebut sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak pekerja, seumpama pekerjaan itu kurang maksimal kami juga terbuka dan menerima masukan dari berbagai pihak.

"Kalau ada pekerjaan yang kurang bagus atau maksimal mohon ditegur kami siap memperbaikinya kembali,"ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak konsultan pengawas yang bertanggung jawab dalam pengawasan baik buruknya pekerjaan belum bisa diminta keterangan.
(Rohman)

.