LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Shelter pertama wahana wisata kereta gantung (cable car) rencana di kawasan Gunung Kunyit, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandarlampung. Warga sekitar menyambut gembira rencana tersebut.
Ketua RT 022 Lk 1 Mahmo menerima informasi dari media online Helo Indonesia tiga hari yang lalu bahwa tiang pancang akan dipasang di lahan Pemkot Bandarlampung dalam kawasan Gunung Kunyit

Di Gunung Kunyit, Pemkot Bandarlampung memiliki lahan 2.6 hektare. "Warga sangat mendukung rencana Pemkot Bandarlampung karena yakin berdampak menunjang secara ekonomi warga," katanya Minggu ( 8/6/2025).
" Warga sangat mendukung program Pemkot Bandarlampung, untuk kemajuan pariwisatanya, bisa menjadi mata pencarian dengan penghasilan tambahan,dengan ada kereta gantung tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Eva mempublikasi rencana pembangunan kereta gantung yang dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota Bandarlampung di Jl. Gatot Subroto, Pahoman. Dari Nowou Walikota, kereta gantung menuju Gunung Kunyit.
Dari Gunung Kunyit, kereta gantung melanjutkan perjalanan ke Pulau Pasaran. Dari Pulau Pasaran, shelter terakhir kereta gantung di Pulau Permata. Di pulau itu, wisatawan bisa wisata pantai yang indah.
Kota Bandarlampung (Balam) bakal memiliki wahana wisata kelas dunia seperti kereta gantung yang melewati 2 pulau di Singapura dan sejaih cable car (gondola) di Thaif, Arab Saudi. Banyak yang penasaran bentuk dan rutenya.
Sejak diungkap rencana Kota Bandarlampung Cable Car Skypass sejauh kurang lebih 4 km lebih oleh Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, banyak yang penasaran rutenya melintas kawasan apa saja.
Helo Indonesia mencoba menyelusuri rutenya hingga bertemu dengan Steven Cheng saat mengantarkan utusan Jiangsu TanFang Technology Grup Co.Ltd usai audiensi dengan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (4/6/2025).
Steven Cheng, konsultan proyek senilai Rp2, 5 triliun tersebut mengatakan rute kereta gantung rencananya sekitar 1 km dari Rumah Dinas Wali Kota Bandarlampung menuju lahan Pemkot di Pantai Gunung Kunyit, Telukbetung.
Dari pantai yang lahannya milik Pemkot Bandarlampung kemudian menyelusuri pesisir sejauh 3 km hingga sampai di Pulau Pasaran. Dari pulau destinasi wisata pengolahan ikan asin tersebut, kereta berakhir di Pulau Permata.
Di Pulau Pasaran, wisatawan bisa berbelanja oleh-oleh dari produk UMKM. Di Pulau Permata, pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih dan Pantai bersih di sekitar pulau seluas 5 hektare tersebut.
Menurut Steven Cheng, dana pembangunannya sepenuhnya dari investor China. Tentang bentuknya, sebelumnya, Wali Kota Eva Dwiana mengatakan model kereta gantungnya mirip di Thaif (Arab Saudi) @dan Singapura yang bisa buat 6-7 wisatawan.
"Kota Bandarlampung memiliki pemandangan yang indah, pegunungan hingga pantai dan pulau. Dengan naik kereta gantung, wisatawan bisa menikmati semuanya sekali meluncur," kata Wali Kota Eva. (Hajim)
