Helo Indonesia

Kecewa Tak Diberi Ruang Bicara, Mbak Sisca Tetap Bakal Kawal Hasil Musdes Tunggulsari Kendal

Selasa, 24 Juni 2025 13:11
    Bagikan  
Kecewa Tak  Diberi Ruang Bicara, Mbak Sisca Tetap Bakal Kawal Hasil Musdes Tunggulsari Kendal

Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania menyebut hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) penanganan konflik masyarakat di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal sudah sesuai dengan yang diharapkan mayoritas warga.

Namun demikian, Sisca mengaku kecewa lantaran sebagai wakil rakyat yang memiliki tugas pengawasan terhadap segala bentuk kebijakan dan aspirasi warga, dirinya tidak diberi ruang untuk menyampaikan pertimbangan di dalam musdes tersebut.

"Dari panitia musdes ini kan harusnya memberikan waktu untuk kita ngomong. Di sini ada saya selaku Ketua Komisi C dan ada Mas arif yang notabene beliau anggota dewan dari dapil sini, paling tidak mengingat kita duduk disitu pertimbangannya apa, kan harusnya ada," ujar Mbak Sisca sapaan akrabnya, Selasa 24 Juni 2025.

Baca juga: Sempat Meruncing, Musdesus Konflik Usaha Tambang di Tunggulsari Berjalan Kondusif

Seharusnya, menurut Mbak Sisca dengan hadirnya dirinya dan Anggota DPRD Komisi B, Muhammad Arif Abidin yang diundang secara resmi dalam musdes tersebutdiberikan waktu untuk berbicara dan tidak hanya diperlakukan sebagai penonton.

"Kita dari tadi duduk disitu tetapi tidak diberikan satu katapun untuk memberikan pertimbangan dari dua sisi. Kan ada yang pro dan ada yang kontra. Jangan dipungkiri, kita itu sebagai wakil rakyat bukan penonton. Ya sedikit kecewa kita," imbuhnya.

Namun demikian, Politisi Partai Gerindra ini menegaskan pihaknya akan terus mengawal hasil kesepakatan musdes, dimana mayoritas peserta menolak adanya penambangan di Desa Tunggulsari.

"Walaupun secara pribadi saya tidak menghambat pengusaha untuk menambang. Kalau secara regulasi dan warganya aman, senang, dampak positifnya dirasakan masyarakat tidak masalah. Semua kita kembalikan lagi kepada masyarakat," tegas Mbak Sisca.

Dalam Musdesus penanganan konflik masyarakat di Desa Tunggulsari yang digelar di Aula Balai Desa Tunggulsari pada Senin, 23 Juni 2025 menghasilkan berita acara (BA) bahwasannya hampir seluruh perwakilan tokoh maupun organisasi masyarakat sepakat menolak rencana usaha pertambangan galian c di wilayah tersebut.

Baca juga: Ada Pemotongan Anggaran UHC, Komisi D DPRD Kendal Panggil Dinas Kesehatan

Pelaksanaan musdesus tersebut juga sempat berjalan alot dan memanas. Ratusan masyarakat yang tidak bisa masuk karena tidak mendapatkan undangan juga terrlihat memenuhi halaman balai desa untuk memastikan musdes berjalan sesuai yang diharapkan.

Mengaku Puas

Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Hidup Tunggulsari, Ahmad Faris Ahkam usai musdes mengaku puas atas hasil musdes, dimana sebagian besar peserta musdes sepakat menolak rencana aktivitas pertambangan galian c di Desa Tunggulsari.

"Kami puas sekali dan tentunya hasil mayoritas peserta musdes menolak keberadaan tambang yang ada di Desa Tunggulsari," kata Faris.

Ia berharap, pemerintah desa dapat segera mengirimkan hasil BA musdes tersebut kepada dinas-dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Harapannya setelah BA ini dikirin, proses perizinan bisa segera dihentikan agar tidak ada tambang di Desa Tunggulsari," pungkasnya.(Anik)