Helo Indonesia

Tim USM Gelar Pelatihan Kecerdasan Interpersonal bagi Remaja Karang Taruna Astagina

Selasa, 15 Juli 2025 15:46
    Bagikan  
Tim USM Gelar Pelatihan Kecerdasan Interpersonal bagi Remaja Karang Taruna Astagina

Tim pengabdian USM saat mengadakan pelatihan peningkatan kecerdasan interpersonal bagi anggota karang taruna Astagina Kelurahan Rejosari Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi USM menggelar Pelatihan Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Remaja Karang Taruna Astagina di Balai RW 11 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur pada Minggu 13 Juli 2025.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Kimmy Katkar SPsi MSi, anggota Maria Yuliana Wangge, SPsi MPsi Psikolog, Irwan Desyantoro SPsi MPsi, dan Purwaningtyastuti SPsi MSi Psikolog.

Baca juga: Kemegahan Elegansi dan Warna Lokal dalam Sesi Kedua Jateng Fashion Trend 2025

Tim PkM USM dibantu dua mahasiswa yakni Salsabila dan Navisa.

Ketua Tim PkM USM, Kimmy Katkar mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal remaja Karang Taruna Astagina sebagai upaya mengembangkan kemampuan pemecahan masalah sosial.

Kegiatan PkM diikuti 23 remaja.

Dalam kegiatan tersebut Maria Yuliana Wangge, memberikan materi tentang fungsi dan peran kecerdasan interpersonal dalam dinamika remaja.

''Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membentuk relasi sosial yang sehat, dan untuk mengatasi konflik sosial,'' kata Maria.

Baca juga: HMJ Ilkom USM Gelar Karier Komunikasi Himalika jadi Pondasi Masa Depan

Narasumber kedua, Irwan Desyantoro menjelaskan mengenai identifikasi masalah sosial dalam berbagai aspek kehidupan kemasyarakatan.

''Masalah sosial adalah kondisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan keharmonisan dalam masyarakat,'' ujar Irwan.

Rasa Empati

Adapun narasumber ketiga, Purwaningtyastuti menjelaskan mengenai empati dan resolusi konflik dalam interaksi sosial.

''Interaksi sosial yang sehat penting untuk membangun hubungan yang harmonis, menumbuhkan rasa saling pengertian dan empati, serta berguna sebagai resolusi konflik,'' ungkapnya.

Sesi terakhir, para peserta diberikan penjelasan mengenai strategi kolaborasi untuk pemecahan masalah-masalah sosial sekaligus praktik secara berkelompok yang difasilitatori oleh Kimmy Katkar.

Baca juga: Wali Kota Semarang Usulkan Pembangunan Tiga SMA Negeri Baru


Dalam sesi tersebut peserta diajak untuk berdiskusi bersama terkait dengan masalah sosial yang dialami beserta strategi kolaborasi sebagai bentuk pemecahan masalah.

Kegiatan ini didukung oleh Ketua RW 11 Kelurahan Rejosari, Hadi yang turut serta mendampingi para remaja selama kegiatan berlangsung.

Menurut Kimmy, materi yang telah diperoleh oleh peserta dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan organisasi karang taruna sehingga dapat membantu remaja memecahkan masalah sosial yang mungkin muncul melalui kecerdasan interpersonal. (Aji)