Helo Indonesia

Samuel Wattimena Ingin Para Seniman Diberi Banyak Ruang untuk Berkreasi

Sabtu, 23 Agustus 2025 21:56
    Bagikan  
Samuel Wattimena Ingin Para Seniman Diberi Banyak Ruang untuk Berkreasi

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena ketika mengunjungi Sem(b)arang Sound Art Exhibition di Monod Diephuis, Kota Lama Semarang. Foto: Ist

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pemerintah daerah untuk memberikan ruang bagi para seniman. Legislator asal Dapil Jawa Tengah 1 itu menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Sem(b)arang Sound Art Exhibition di Monod Diephuis, kawasan Kota Lama Semarang, Jumat 22 Agustus 2025.

Perancang busana kenamaan itu juga menilai, dengan diberikannya ruang bagi para seniman, maka akan muncul seniman-seniman baru yang bisa menghasilkan hasil kreasinya. “Seperti kita datang ke sini, kan belum banyak terinformasi bahwa ada keunikan ini,” tandasnya.

Baca juga: Dihadiri Bupati Tika, 39 Kontingen Meriahkan Karnaval Kecamatan Weleri

Samuel mengapresiasi pameran yang dinilainya unik, karena bukan menghadirkan pameran visual seperti umumnya, tetapi audio visual. “Setiap orang boleh mencoba alat yang sudah dibuat yang menghasilkan suara,” jelasnya.

Suara itu, kata Samuel, memberikan dampak atau ekspresi diri yang berbeda. “Saya yakin dengan tema sem(b)arang ini, mereka mempunyai visi bahwa rekaman ini bisa menjadi sebuah tolak ukur dari suara yang mereka dengarkan di Semarang,” ungkapnya.


Dia ingin memberikan tantangan kepada penyelenggara pameran untuk mencari suara spesifik kota Semarang. “Kalau bisa mendapatkan itu, berarti cukup spesial karena kalau pergi ke pantai, laut, atau ke gunung, suara itu ada terus (ciri khas Semarang),” terangnya.

Hasil Riset

Sementara itu, panitia Sem(b)arang Sound Art Exhibition, Galuh mengatakan, pameran ini berangkat dari pengarsipan karena berasal dari komunitas yang berbasis bunyi dan riset. “Salah satu risetnya itu yaitu pengarsipan, jadi kami berharap ini bisa menjadi arsip dimasa depan,” ujarnya.

Baca juga: Natalius Pigai Launching Dua Desa di Kendal sebagai Desa Sadar HAM

Ia menilai, ke depan bisa saja bunyi-bunyi yang terbiasa didengar saat ini, di masa yang akan datang sudah tidak bisa didengarkan lagi karena perkembangan teknologi. “Barangkali suara-suara motor nanti sudah tidak bisa didengarkan karena motor terbang, mobil terbang, termasuk suara orang menyapu sudah tidak bisa didengarkan karena sudah menggunakan robot” jelasnya.

“Kami coba untuk rekam, dan kami coba buat juga alat musiknya,” katanya.

Ia menerangkan ,Sem(b)arang Sound Art Exhibition di Monod Diephuis kota lama Semarang ini digelar selama 20-24 Agustus 2025. (Aji)