LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Siapa sangka, limbah tinja yang selama ini dianggap kotor dan tak berguna, ternyata bisa diolah menjadi pupuk organik berkualitas. Itulah yang kini dapat dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandarlampung melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Direktur PD Kebersihan, Zulkifli, menjelaskan bahwa proses pengolahan limbah dilakukan dengan sistem berlapis. Lumpur tinja terlebih dahulu disaring menggunakan pasir, ijuk, dan koral untuk pemisahan awal sekaligus penjernihan di kolam konvensional. Setelah itu, cairan hasil saringan dialirkan ke kolam anaerob untuk diproses secara biologis dengan bantuan bakteri alami.

“Di kolam fakultatif, sisa lumpur akan dipisahkan. Bagian cairnya dialirkan lagi ke kolam berikutnya hingga jernih. Tahap akhir berada di kolam maturasi, yaitu proses pembiaran dan penjernihan akhir dengan tambahan kaporit sebelum dibuang ke perairan lepas,” terangnya.
Limbah Restoran Bisa Jadi Pakan Ternak
Tak hanya tinja, PD Kebersihan juga mendorong pengelolaan limbah restoran. Zulkifli—akrab disapa Itong—mengajak rumah makan di Kota Bandarlampung untuk memilah sisa makanan. Dengan begitu, limbah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak.

“Selain mengurangi timbunan sampah, limbah makanan juga bisa bermanfaat langsung bagi para peternak,” ujarnya kepada Helo Indonesia, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, IPLT yang dimiliki PD Kebersihan sudah cukup lengkap. Selain pengeringan, ada juga teknik kompos dengan bantuan cacing yang dapat menghasilkan pupuk organik ramah lingkungan.
Jenis Limbah
Zulkifli menambahkan, secara garis besar ada dua jenis limbah yang dikelola.
Pertama, black water yang berasal dari toilet atau septic tank, berisi tinja dan urine. Limbah ini perlu perlakuan khusus karena mengandung patogen serta zat berbahaya.
Kedua, grey water, yaitu limbah dari wastafel, kamar mandi, atau mesin cuci. Meski tidak mengandung kotoran manusia, limbah ini tetap memiliki kandungan sabun, deterjen, dan partikel kecil yang dapat mencemari lingkungan.
Manfaat Sedot Tinja Rutin
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan penyedotan septic tank secara berkala. “Manfaatnya besar. Selain mencegah pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit menular seperti diare, disentri, tifus, atau cacingan, juga menghindari septic tank mampet dan bau tak sedap,” katanya.
Untuk memudahkan layanan, masyarakat bisa langsung menghubungi call center PD Kebersihan di 0822-8994-4899.
Saat ini, PD Kebersihan memiliki empat kolam utama dalam pengelolaan limbah tinja, yaitu kolam konvensional, kolam anaerob, kolam fakultatif, dan kolam maturasi. Semua fasilitas itu berada di IPLT Jalan Tulung Buyut, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat. (Hajim)
