LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Dua perusahaan kontruksi dan Dinas BMBK Lampung sepertinya tak menggubris informasi dugaan pengerjaan asal-asalan jalan hotmix dan drainase senilai Rp29 miliar yang menghubungkan Desa Panaragan (Tubaba) dengan Desa Tegal Mukti dan Tajab (Waykanan).
Sejak awal Agustus lalu, hasil investigasi awak media, CV. SAP dengan nilai kontraik Rp14, 5 miliarbdan CV. RC senilainRp14, 6 miliar diduga mengerjakan proyek tersebut tak sesuai standarisasi teknis pembangunan jalan hotmix dan drainase.
Temuan lain mengungkap proyek yang seharusnya dikerjakan oleh CV. Sinar Alam Perkasa (Rp14,5 miliar) dan CV. Rosen Construction (Rp14,6 miliar) justru dilaksanakan oleh pihak lain atau disubkontrakan.
Dinas BMBK Lampung juga terkesan bungkam atas adanya dugaan tersebut. Sunariyah, subkontraktor, mengatakan pihaknya membangun drainase disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Hasil pengamatan Helo Indonesia di lapangan, hingga Rabu (10/9/2025), pembangunan drainase tidak dilakukan sepanjang jalan, hanya di beberapa titik, dengan ketebalan dan lebar, yang berbeda-beda.
Misalnya, panjang jalan Ruas Tegal Mukti menuju Tajab sepanjang 2 km, pembangunan drainasenya hanya sepanjang kurang lebih 500 meter. Sedangkan pada ruas jalan Panaragan menuju Tegal Mukti sepanjang 1,8 km.
Pasangan batu drainase memiliki ketebalan sekitar 30 cm di Waykanan dan 20 cm dengan lebar 50 cm di Tubaba. Lantai drainase sisa adonan semen bahkan terdapat drainase yang tidak dilantai menggunakan semen
Dikonfirmasi, kontraktor dan Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah tidak merespons panggilan maupun pesan yang dikirim hingga berita ini diterbitkan.(Rohman)
-
