Helo Indonesia

Inovasi dari Udinus untuk Jateng: ToyaKU, Masa Depan Air Bersih Tanpa Mata Air

Ajie - Teknologi
1 jam 29 menit lalu
    Bagikan  
Inovasi dari Udinus untuk Jateng: ToyaKU, Masa Depan Air Bersih Tanpa Mata Air

Sekda Jateng Sumarno saat menerima hibah ToyaKU dari Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah berupa Alat Penghasil Air Minum Melalui Udara "ToyaKU", dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarahg Alat tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan PDAM.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menerima hibah tersebut. Sekda pun tak segan mencoba langsung air minum yang dihasilkan dari ToyaKU.

Baca juga: Jajaki Kerja Sama, FTIK USM dan SPs Unpad Siap Gelar Seminar Nasional & Call for Paper

Mewakili Pemprov Jateng, sekda menerima hibah berupa satu unit ToyaKU yang diserahkan langsung oleh Rektor Prof Dr Pulung Nurtantio Andono, di komplek kantor Gubernur Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.


"Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar," kata Sumarno, usai acara.

Menurutnya, air ToyaKU tidak berbeda dengan air yang bersumber dari mata air. Dia berterima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk masyarakat Jawa Tengah.

Terlebih, saat ini menjelang musim kemarau. Sumarno mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau panjang akan terjadi mulai bulan Juni.

"Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air utamanya air bersih di musim kemarau nanti," imbuhnya.


Sumarno berharap, agar teknologi tersebut dikembangkan, sehingga dapat diperbanyak unitnya. Sehingga daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau daerah yang tidak memiliki mata air, bisa teratasi.

Sementara itu, Prof Pulung, sapaan akrab Rektor Udinus, dalam sambutannya menjelaskan, ToyaKU adalah Smart Atmosphere Water Federation yang lahir dari riset mahasiswa Udinus.

Bermanfaat

Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya yaitu memanen air langsung dari udara yang sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things).

"Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," jelasnya.

Baca juga: Hadir di Titik Longsor Kalialang, Wali Kota Agustina Pastikan Hak Dasar Pengungsi Terpenuhi

Ditemui usai acara, Pulung mengatakan riset yang diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus. Namun, bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, dia berharap riset tersebut bisa dimannfaatkan untuk masyarakat sekitar.

"Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal," ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan air minum saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah. Terutama daerah yang kesulitan air bersih pada saat terjadi musim kemarau.


Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk ToyaKU. Namun demikian, air yang dihasilkan dari ToyaKU sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun kemampuan ToyaKU memproduksi air, sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto memberikan apresiasi terhadap hibah ToyaKU dari Udinus untuk Jateng.  Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen untuk diolah menjadi air layak minum.

Alat hibah dari Udinus ini, kata Laksono, akan ditempatkan di public space Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


"ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan ToyaKU," pungkasnya. (Aji)