Helo Indonesia

Beri Pendampingan Keluarga Korban Mahasiswa Hanyut di Jolinggo, Polres Kendal Diapresiasi Kapolda Jateng

Rabu, 12 November 2025 06:17
    Bagikan  
Beri Pendampingan Keluarga Korban Mahasiswa Hanyut di Jolinggo, Polres Kendal Diapresiasi Kapolda Jateng

Beri Pendampingan Keluarga Korban Mahasiswa Hanyut di Jolinggo, Polres Kendal Diapresiasi Kapolda Jateng

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Polres Kendal mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jawa Tengah karena upayanya memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga mahasiswa yang menjadi korban peristiwa hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo pada 4 November 2025 lalu.

Apresiasi ini disampaikan oleh Kepala Biro SDM Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dr Noviana Tursanurohmad saat berkunjung ke Polres Kendal pada Selasa, 11 November 2025.

Baca juga: Gubernur Jateng Kampanyekan Gemar Makan Ikan pada Generasi Muda

Kombes Noviana Tursanurohmad menyampaikan, upaya trauma healing yang dilakukan Polres Kendal dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran Polri yang humanis dan peduli terhadap kondisi emosional korban maupun keluarga.

"Kepolisian kini tak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pemulihan psikologis bagi masyarakat," terangnya.

Kunjungan rombongan Polda Jateng tersebut menjadi ajang apresiasi atas kinerja konselor Polres Kendal yang telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

"Saya mewakili Kapolda Jawa Tengah menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada tim konselor Polres Kendal yang telah melakukan penanganan cepat terhadap korban di lokasi bersama tim SAR Gabungan, relawan dan anggota Kodim 0715 Kendal," kata Karo SDM Polda Jawa Tengah.

Luar Biasa

Menurutnya, apa yang dilakukan tim Konselor Polres Kendal terhadap keluarga korban dalam memberikan pendampingan psikologis dinilai luar biasa. Hal tersebut manjadi langkah cepat, tanggap dan kepedulian Polres Kendal dalam melayani masyarakat.

“Pendampingan psikologi seperti ini sangat penting. Ini adalah wujud kepedulian Polri, bukan hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga ketenangan batin di masyarakat. Wujud dari polri yang humanis ya harus seperti ini," imbuhnya.

Baca juga: Gerakan Nasional EcoMasjid di Brebes, Upaya Nyata Umat Sejukkan Lingkungan Ibadah

Adanya tim Konselor dan pendampingan ini kedepan diharapkan dapat menjadi pilot project pelayanan psikologis di Jawa Tengah. Dan tidak hanya pendampingan korban bencana tetapi juga pendampingan terhadap korban-korban kriminal.

"Polres Kendal bisa jadi contoh buat Polres-Polres lain yang ada di Jawa Tengah. Dan ini ke depannya bisa jadi Pilot Project Layanan Psikologis, pelayanannya tidak hanya terhadap korban bencana saja tapi bisa juga terhadap korban-korban kriminal," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, mengatakan bahwa saat ini Polres Kendal memiliki delapan konselor aktif yang siap memberikan dukungan psikologis baik bagi masyarakat maupun anggota Polri sendiri.

Namun, jumlah itu perlu penambahan agar setiap Polsek dapat memiliki konselor pendamping.

“Kami ingin memastikan pelayanan psikologi bisa dirasakan langsung hingga tingkat Polsek. Karena kesejahteraan mental personel dan masyarakat adalah bagian penting dari keamanan,” kata Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar.

AKBP Hendry menerangkan pelayanan pendampingan pssikologis tidak hanya fokus pada pendampingan korban bencana namun juga di internal polres dan korban-korban kriminal.

"Pelayanan pendampingan psikologis ini tidak terfokus terhadap korban bencana tapi juga bisa di internal polres. Bisa juga nantinya melakukan pendampingan terhadap korban-korban kriminal," terangnya.

Ia menambahkan Polres Kendal akan melakukan terobosan-terobosan baru dalam memberikan pendampingan psikologis dengan membuka layanan hotline.

Baca juga: 88 Mahasiswa USM Penerima Beasiswa KIP-K Ikuti Character Building

Kapolres Kendal menambahkan keamanan tidak hanya dibangun dengan patroli dan penegakan hukum, tetapi juga lewat empati dan pendampingan emosional.

"Keamanan tidak hanya dibangun dengan patroli dan penegakan hukum, tetapi juga lewat empati dan pendampingan emosional," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan dengan semboyan yang dimiliki Polri melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, polri juga harus bisa memberikan ketenangan

"Kami ini kan polisi yang harus bisa humanis kepada masyarakat dengan semboyan kami dengan melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Kami hadir bukan hanya saat masyarakat butuh perlindungan, tetapi juga saat mereka butuh ketenangan.” ungkapnya.

Dikatakannya, polisi dan masyarakat bukanlah dua pihak yang berjarak, melainkan mitra yang saling menguatkan untuk menjaga ketentraman dan kemanusiaan di tengah kehidupan bersama. (Aji)