Helo Indonesia

Wagub Jateng Dorong Kampus Ungkit Anak Muda Mau Bertani untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 3 Desember 2025 07:06
    Bagikan  
Wagub Jateng  Dorong Kampus Ungkit Anak Muda Mau Bertani untuk Ketahanan Pangan

Wagub Jateng Taj Yasin saat menjadi narasumber dalam Indonesia Punya Kamu

SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyampaikan butuh strategi baru dan inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan wilayah. Apalagi provinsi yang dipimpinnya menjadi wilayah penumpu pangan nasional.

Salah satu caranya dengan mendata lahan-lahan tidur. Lahan yang tidak tergarap itu harus dikembangkan menjadi tanah yang kembali produktif.

Baca juga: Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Jateng, Agustina Sebut Wartawan Itu Mencerahkan Dunia

Hal itu dikatakan Gus Yasin, saat menghadiri dan menjadi nara sumber dalam talkshow "Indonesia Punya Kamu Garuda TV" bertajuk ''Membangun Masa Depan lewat Inovasi, Energi, Keuangan dan Kesehatan Mental'', di Muladi Dome, Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa, 2 Desember 2025. 4
Acara tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Rektor Undip Prof Suharnomo.

"Di Jawa Tengah ada lahan-lahan sawah yang sudah beberapa tahun tidak bisa dikembangkan atau tidak bisa digarap," katanya.

Berkaca dari kasus tersebut, Taj Yasin ingin menormalisasi kembali lahan-lahan tidur. Bila ada masalah kekeringan lahan, perlu mengairinya dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

"Nah, ini yang kita inovasikan," katanya.

Dari sisi dukungan program, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kebijakannya menganggarkan perbaikan atau pembangunan irigasi. Tujuannya supaya sawah yang selama ini belum mendapatkan pasokan air yang baik bisa teraliri.
Salah satu tantangan dan upaya lain, kata Taj Yasin, anak-anak muda juga harus mau memiliki profesi di dunia pertanian.

Pertahankan Ketahanan Pangan

Dikatakan wagub, dalam mempertahankan negeri, harus mempertahankan ketahanan pangan.

"Kepada seluruh elemen yang ada di Jawa Tengah termasuk kampus, kami juga arahkan bagaimana mengungkit anak-anak itu mau bertani lagi. Memanfaatkan lahan persawahan dan juga pekarangan," katanya.

Baca juga: Lantik Pengurus PWI Jateng, Munir Ajak Wartawan Beri Informasi Bergizi kepada Masyarakat

Pada kesempatan itu, Wamen Pertanian, Sudaryono, mengatakan, di Indonesia, ada lebih dari 6 juta hektar lahan rawa yang sudah memiliki stok air.

Sebagai inovasi mewujudkan ketahanan pangan, dilakukan program untuk cetak sawah di lahan-lahan rawa. Caranya mengonversi lahan-lahan rawa itu menjadi produksi pertanian.

"Bahwa cetak sawah (juga) perlu waktu. Karena di rawa, airnya bersifat asam. Jadi harus dinetralisir dulu," tambahnya. (Aji)