Helo Indonesia

Dua Kali Mangkir Panggilan Penyidik Alasan Arinal Berobat Ke Jakarta Sakit Jantung

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 18 Desember 2025 23:44
    Bagikan  
Dua Kali Mangkir Panggilan Penyidik Alasan Arinal Berobat Ke Jakarta Sakit Jantung

Aspidsus Kejati Lampung Armen Wijaya.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -  Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tiba di Kejaksaan Tinggi Lampung sekitar pukul 12.00 WIB, memenuhi panggilan yang sebelumnya sempat mangkir untuk pemeriksaan lanjutan dalam perkara dugaan korupsi dana Participating Interest (PI) 10 persen di PT Lampung Energi Berjaya senilai 17,28 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp271 miliar.

Arinal keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.40 WIB, didampangi penasehat hukum Ana Sofa Yuking berpusat di Jakarta menggunakan mobil Innova Kijang hitam Plat BE 1267 ALN.

Mantan Gubernur Lampung Arinal mangatakan.Ia datang ke Kejati untuk menambahkan laporan data-data yang kurang lengkap,yang dibutuhkan oleh penyidik kejaksaan, dan untuk pengembangan situasi selanjutnya.

" Saat ditanya kenapa mangkir dalam pemanggilan ,silahkan tanya penyidik saja," ujar Arinal Kamis.( 18/12/2025).

Sementara penasehat hukum Ana Sofa Yuking menyampaikan, kedatangan mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ke Kejati Lampung memenuhi penggilan penyidik,untuk melengkapi berkas saja dari tiga tersangka saja.

Ada beberapa keterangan yang kurang,ditanya lagi dan itu sudah selesai.

Ana Sofa menambahkan,pada pemanggilan kesatu dan kedua Pak Arinal sedang berobat di Jakarta,karena ada keluhan pada jantung, namun tidak terlalu berat.Jadi bukannya mangkir boleh ditanyakan ke penyidik.

Tidak ada yang diserahkan dalam pemeriksaan tadi,hanya konfirmasi ulang saja dokumen yang sudah diperiksa sebelumnya,nanti setelah ini Insya Allah beres semua," terang Ana Sofa Yuking.

Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung Armen Wijaya mengatakan, kehadiran Arinal Djunaidi memenuhi panggilan tim penyidik dalam perkara dugaan Participating Interest (PI) 10 persen di PT Lampung Energi Berjaya senilai 17,28 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp271 miliar.

“Arinal didampingi penasehat hukumnya untuk memenuhi panggilan penyidik dalam penambahan keterangan," jelas Armen.

Lebih dari 20 pertanyaan yang dilontarkan ke Arinal oleh tim penyidik Aspidsus.

Armen menambahkan, ketidak hadiran pada pemanggilan sebelumnya, beliau berhalangan hadir, disitu memberikan keterangan sakit. Sesuai surat yang diberikan ke penyidik.
" Untuk tahap pemeriksaan lanjutan, nanti kita kita lihat perkembangan dari saksi-saksi yang lain, sekarang ini lagi fokus untuk melengkapi berkas perkara, agar proses pemberkasan segera rampung dan dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan," tandasnya.( Hajim).