Helo Indonesia

Ning Nawal Beri Semangat Korban Banjir Pati, Bagikan Susu dan Buku untuk Anak-Anak

Kamis, 22 Januari 2026 08:34
    Bagikan  
Ning Nawal Beri Semangat Korban Banjir Pati, Bagikan Susu dan Buku untuk Anak-Anak

Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin saat membagikan buku dan susu kepada anak-anak di lokasi pengungsian banjir Pati

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Meskipun tinggal di pengungsian, warga korban banjir di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, mendapat penguat hati dan rasa terhibur. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Tengah, yang sekaligus Bunda PAUD Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, datang untuk mendekapnya, Rabu 21 Januari 2026.

Menyapanya. Memberinya semangat. Bahkan membawakan susu dan buku untuk anak-anak.

Senyum pun mengembang dari anak-anak dan orangtuanya.

Baca juga: Jirananda dan Valen Berjaya di Pagersemar 9 Ball Fun Competition Seri II

Ning Nawal, panggilan akrabnya, datang meninjau korban banjir mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang juga suaminya. Mereka menengok pengungsi di balai Desa Bumirejo dan Desa Doropayung kecamatan Juwana.

Dia berharap pemberian susu bisa menjaga asupan gizi anak-anak. Sementara buku bacaan diharapkan dapat menjadi hiburan, sekaligus sarana edukasi selama berada di pengungsian.

“Anak-anak tetap harus mendapatkan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis. Mereka perlu tetap merasa bahagia, meskipun sedang dalam situasi darurat,” ujar Ning Nawal.

Warga Doropayung, Suwarti mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Dia menuturkan, warga dan anak-anak terlihat lebih ceria setelah menerima buku dan susu.

“Warga sudah dua minggu di pengungsian. Senang bisa mendapat perhatian dari pemerintah,” katanya.

Baca juga: Ini Alasan Skin Boost Rejuvenation Harus Dilakukan Ketika Usia Menginjak 20 Tahun ke Atas

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberi semangat bagi para korban banjir. Khususnya anak-anak, agar tetap kuat dan optimistis menghadapi situasi.

“Harapannya tidak ada lagi banjir di sini,” tandasnya.

Di desa tersebut, banjir sudah berlangsung lebih dari 10 hari. Hingga kini, air masih merendam pemukiman. Sehingga warga harus meninggalkan rumah mereka ke pengungsian. (Aji)