Helo Indonesia

Ratusan Penumpang Terombang-ambing 4 Hari di Perairan Kalianda

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
54 menit lalu
    Bagikan  
FERI
HELO LAMPUNG

FERI - KMP Mutiara

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Ratusan penumpang bersama lebih dari seratus truk masih terkatung-katung di atas KMP Mutiara Persada III yang mengalami mati mesin di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Sudah empat hari berlalu, namun bantuan evakuasi belum juga tiba.

Kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu berlayar dari Cigading, Provinsi Banten, menuju Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung. Di dalamnya terdapat sekitar 160 penumpang serta 110 kendaraan truk dan mobil penumpang yang kini terjebak di tengah laut tanpa kepastian.

undefined

Kondisi di dalam kapal yang terkatung tanpa bala bantuan di Selat Sunda

Menurut sejumlah penumpang kapal jenis ro-ro (roll-on/roll off) tersebut, perjalanan yang semestinya rutin berubah menjadi ujian panjang yang melelahkan. Mereka mulai naik kapal pada Rabu (13/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun kapal mengalami keterlambatan berjam-jam. Setelah tertahan hingga malam, kapal baru benar-benar meninggalkan dermaga pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Belum genap lima jam berlayar, mesin kapal mendadak mati pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Kalianda. Sejak saat itu, kapal hanya terapung mengikuti arus laut.

Awak kapal sempat menyampaikan bahwa kapal akan segera ditarik menuju Pelabuhan Panjang. Namun hingga Minggu (17/5/2026), kapal penarik yang dijanjikan belum juga datang. Harapan para penumpang perlahan berubah menjadi kegelisahan.

undefined

Sebagian penumpang mengaku mengalami kerugian karena keterlambatan pengiriman barang maupun tertundanya perjalanan mereka. Kondisi di atas kapal pun semakin memprihatinkan.

Persediaan mulai menipis, sementara sebagian penumpang terpaksa memasak menggunakan kayu-kayu bekas yang ditemukan di kapal.

Di tengah laut yang terus bergoyang, mereka hanya bisa menunggu — bersama rasa lelah, cemas, dan pertanyaan yang belum terjawab: kapan mereka akhirnya bisa menepi.

PERNAH TERBAKAR

KMP Mutiara Persada III pernah terbakar di Perairan Pulau Tunda, Banten, Minggu (9/4/2017), pukul 21.50 WIB. Hingga Senin (10/4/2017) ini kapal tersebut masih mengeluarkan kepulan asap sisa-sisa kebakaran.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun akibat kebakaran ini, sebanyak tiga mobil hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Posisi kapal saat ini masih lego jangkar di perairan dekat Pulau Tunda.

Kepala Basarnas Pos SAR Banten Hairoe Amir Abyan menjelaskan, api berasal di ruangan dua deck C bawah. Saat terbakar posisi kapal berada di koordinat 05° 49′ 004″  S – 106° 17′ 42″ E.  (Mikhy)