Helo Indonesia

Terkatung-katung Mau 5 Hari, Kondisi Penumpang Feri Makin Memprihatinkan

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
1 jam 4 menit lalu
    Bagikan  
FERI
-

FERI - Masak pakai kayu di atas kapal

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Kondisi penumpang kapal KMP Mutiara Persada III yang terkatung-katung sejak empat hari lalu semakin memprihatinkan. Selain kelelahan secara psikis, mereka juga kekurangan makan di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Penumpang terpaksa memasak air dengan kayu-kayu yang ada di atas kapal di bawah meja agar tak terkena hujan. "Pengelola kapal cuma memberi janji-janji palsu," kata Supri Yadi, salah seorang penumpang kapal tersebut via media sosial.

undefined

Baca juga: Ratusan Penumpang Terombang-ambing 4 Hari di Perairan Kalianda

Penumpang kapal lainnya mengatakan makan kadang hanya sekali sehari dan sempat dua kali. "Makannya ala kadarnya, gak pantes buat makan manusia," kata sang penumpang kapal jenis ro-ro (roll-on/roll off) tersebut.

Ditambah lagi, cuaca yang kerap kurang bagus, mendung, hujan, dan angin kencang. Namun, hingga Minggu (17/5/2026), belum ada tindakan dari pihak perusahaan kapal maupun pihak-pihak terkait lainnya, kata seorang penumpang kapal.

Dia menilai perusahaan kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sudah sangat mengabaikan sekali (hak-hak penumpang kapal). Hingga Minggu (17/6/2026), belum ada bantuan evakuasi atau penarikan kapal yang dijanjikan awak kapal.

KMP Mutiara Persada III berlayar dari Cigading, Provinsi Banten, menuju Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung. Di dalamnya terdapat sekitar 160 penumpang serta 110 kendaraan truk dan mobil penumpang yang kini terjebak di tengah laut tanpa kepastian.

Menurut sejumlah penumpang, perjalanan yang semestinya rutin berubah menjadi ujian panjang yang melelahkan. Mereka mulai naik kapal pada Rabu (13/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun kapal mengalami keterlambatan berjam-jam. Setelah tertahan hingga malam, kapal baru benar-benar meninggalkan dermaga pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Belum genap lima jam berlayar, mesin kapal mendadak mati pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Kalianda. Sejak saat itu, kapal hanya terapung-apung di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. (Mikhy)