SRAGEN, HELOINDONESIA.COM - Sebagaimana tahapan dalam menempuh pendidikan di jalur formal, para siswa di Sekolah Lansia Kabupaten Sragen pun menjalani prosesi wisuda.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas didampingi Ketua TP PKK Linda Sigit Pamungkas pada Selasa pagi 27 Januari 2026 mewisuda 113 siswa Sekolah Lansia di Pendapa Sumonegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen.
Para warga negara senior ini memperoleh kurikulum yang cukup komprehensif sebelum resmi diwisuda dan menerima ijazah. Berbagai materi diberikan diantaranya pemahaman diri, kesehatan fisik/mental dasar, gizi, dan nutrisi sampai dengan terapi serta kewirausahaan.
Baca juga: Lokakarya Imsakiyah 1447 H: Perkiraan Awal Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Hadir pada kesempatan ini, segenap unsur pemerintah daerah Kabupaten Sragen, perangkat desa/kelurahan, Kader dan Pengelola Sekolah Lansia, keluarga peserta wisuda dan undangan lainnya.
Bupati Sigit mengapresiasi diadakannya wisuda lansia yang mana dilaksanakan dengan prakarsa mandiri para siswa di sekolah lansia.Pihaknya menyampaikan bahwa produktivitas yang diharapkan dari para lansia adalah yang terukur. Baginya, kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bagi para lanjut usia.
“Bapak Ibu sekalian dengan sekolah ini tentu harapan kita lansia itu produktif karena pendapat banyak orang kalau sudah memasuki usia lansia itu tidak produktif. Nah, ini tetap produktif. Tentu produktifnya berbeda dengan sebelum lansia. Produktif dengan batas-batasnya. Tapi yang penting dari lansia itu, Bapak, Ibu sekalian, adalah sehat,'' harap bupati.
Pihaknya juga menyoroti tentang periode Bonus Demografi di Kabupaten Sragen yang sebentar lagi akan mencapai puncak dan berangsur berlalu, meninggalkan penduduk usia tua yang semakin bertambah.
“Bonus demografi kita di Kabupaten Sragen akan berhenti di tahun 2032. Jadi jumlah orang muda yang produktif di tahun 2032 itu sudah akan berhenti. Nanti akan ganti banyak orang yang sepuh. Nah, kalau orang sepuh ini tidak produktif ya itu akan menjadi mohon maaf akan menjadi membebani generasi-generasi muda,'' terangnya.
Mengapresiasi
Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Brigjen Pol Hery Wiyanto dalam sambutannya mengapresiasi semangat para siswa Sekolah Lansia yang tidak redup meski usia telah lanjut. Ini merupakan wisuda lansia pertama di Jawa Tengah pada tahun 2026.
“Hari ini adalah hari yang istimewa, hari yang menandai keberhasilan, kegigihan, dan semangat luar biasa dari para peserta Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen,'' kata Hery.
Masa lanjut usia merupakan salah satu tahapan dalam siklus hidup manusia yang tetap perlu diperhatikan kualitasnya. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN memiliki mandat strategis dalam mewujudkan pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
Salah satu sasaran penting dalam pembangunan keluarga tersebut adalah peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi penduduk lanjut usia.
Dalam kerangka kebijakan nasional yang komprehensif dan terintegrasi, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) telah menetapkan dan mengimplementasikan secara serius Program SIDAYA (Lansia Berdaya). Program ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah yang dikategorikan sebagai Program Prioritas Nasional.
Penetapan Program SIDAYA ini diarahkan secara spesifik dan strategis untuk mencapai visi mewujudkan masyarakat lansia yang memiliki kualitas hidup tinggi, yang ditandai dengan lima pilar utama yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, Bermartabat. Pelaksanaan Program SIDAYA di tingkat daerah dioperasionalkan melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan kolaborasi Dinas Dalduk KB Kabupaten Kota, Penyuluh KB dan kader KB.
Di sisi lain, tujuh Dimensi Lansia Tangguh, yang meliputi aspek-aspek krusial dalam kehidupan lansia, yaitu: dimensi spiritual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional (profesional), intelektual, dan lingkungan. Program ini menekankan pendekatan holistik dan lintas sektor dalam pemberdayaan lansia di seluruh Indonesia.
Baca juga: Gebyar Ramadan 1447 H di MAJT: Hadirkan Spirit Keberkahan untuk Umat dan Membumi
Ditegaskan pula oleh Kepala Perwakilan, bahwa kegiatan ini bukan semata-mata seremonial namun penuh dengan pengetahuan dan motivasi.
“Sekolah Lansia bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti, tapi justru saatnya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi,'' tambahnya.
Peserta Wisuda lansia ini berasal dari Sekolah Lansia Binggah Sehat Migunani Desa Puro sebanyak 35 orang dari total 39 siswa yang mengikuti pembelajaran, Sekolah Lansia Singodimedjo Desa Sidokerto Kecamatan Plupuh sebanyak 48 wisudawan dari 78 siswa dan Sekolah Lansia Mandiri Tangguh Kelurahan Plumbungan Kecamatan Karangmalang sebanyak 50 wisudawan dari 64 lansia yang mengikuti pembelajaran. (Aji)
