LAMPUNG, HELOINDINESIA.COM --- Yang keempat kalinya di Kabupaten Lampung Timur, kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini terjadi di Sukadana dan sekitar, Kamis (26/2/2026). Ironisnya, dapur MBG yang masih dalam tahap uji coba membuat balita dan lansia ikut semaput.
Sebelumnya, 27 Januari 2026, 250 pelajar dari lima SD di Kecamatan Marga Tiga keracunan MBG. Tahun sebelumnya, 2025, sebanyak 35 siswa dari lima SD dan SMP jadi korban MBG (26 Agustus 2025) dan 25-40 santri pondok pesantren Mataram Baru tumbang setelah menyantap MBG (28 Agustus 2025).
Kali ini di Sukadana, Kamis (26/2/2026), sejumlah bayi dan balita ikut terkapar setelah menyantap telur asin uji coba dari dapur di Desa Sukadana Ilir. Beruntung, bencana yang kerap terjadi itu tak menelan korban jiwa. Mereka langsung masuk RSUD Sukadana untuk perawatannya.
Para korban MBG hanya kurang dari satu jam sudah mengalami keringat dingin, mual, pusing disertai muntah dan buang air besar. "Nggak sampai satu jam makan telur asin, anak saya langsung muntah-muntah dan buang air besar," ujar salah satu orangtua penerima manfaat.
Hal sama juga diungkapkan korban lain. Mereka mengaku jika telur asin dari dapur MBG adalah penyebab keracunan. "Sebelum menyantap telur asin, kami semua sehat," ungkap korban.
Ketua Yayasan MBG Desa Sukadana Ilir Dewi Fajriatul Jannah menyatakan, peristiwa keracunan usai menyantap telur asin yang menimpa balita dan lansia merupakan program uji coba dapur setempat.
Pada pelaksanaannya, hal sepenuhnya dilakukan pihak mitra dan yayasan tak ikut campur. "Ini masih program uji coba dan pihak mitra yang melaksanakan. Yayasan tidak ikut campur,"ujar Dewi membela diri.
Sejak program nasional itu diluncurkan, peristiwa keracunan usai menyantap makanan di Lampung Timur kerap terjadi. Puluhan korban harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Warga banyak yang menyarankan ditiadakan saja program MBG. Jika tidak, cepat atau lambat nyawa bisa melayang. (Khairuddin)
