Helo Indonesia

Dialog Kurma di MAJT, Abdul Kholik Sebut Masjid Punya Sumber Daya Ekonomi

Jumat, 6 Maret 2026 21:50
    Bagikan  
Dialog Kurma di MAJT, Abdul Kholik Sebut Masjid Punya Sumber Daya Ekonomi

Senator DPD RI perwakilan Jateng Abdul Kholik saat menjadi narasumber dalam dialog Kurma di MAJT

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Abdul Kholik, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Jawa Tengah, mengatakan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dialog Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis 5 Maret 2026.

Baca juga: 10 Finalis Siap Bersaing Menjadi Terbaik di MHQ 10 Juz MAJT-Baznas Jateng

Dalam dialog bertema “UMKM Berbasis Masjid” yang dipandu Fajar Tri Utami tersebut, Abdul Kholik menjelaskan bahwa fungsi pemberdayaan masjid memiliki dimensi yang luas, termasuk dalam pengembangan usaha melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Masjid juga memiliki berbagai instrumen. Bahkan dalam perkembangannya, masjid memiliki sumber daya yang dapat didorong. Seperti pengumpulan dana yang nilainya cukup besar,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda dan para santri untuk berani menjadi entrepreneur dengan memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang ada di Indonesia.

Menurutnya, terdapat tiga sektor penting yang dapat menjadi fokus pengembangan usaha, yakni sektor pertanian, maritim, dan pariwisata.

Terkait konsep masjid sebagai pusat pemberdayaan, Abdul Kholik menilai masjid dapat menjalin kerja sama dengan berbagai instansi untuk mengembangkan unit-unit usaha yang bernilai ekonomi.

“Seperti di MAJT ini ada penginapan yang memiliki nilai ekonomi, kemudian unit usaha di sekitar masjid termasuk event bazar yang berfungsi sebagai pengembangan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan usaha berbasis masjid sebaiknya dilakukan secara terstruktur agar tahapan pelaksanaan dan hasil yang dicapai dapat lebih jelas.

Menurutnya, sebagian besar masjid saat ini telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga sebagian dana yang terkumpul dapat dialokasikan untuk program pemberdayaan, misalnya dalam bentuk bantuan modal usaha bagi masyarakat.

Baca juga: Miliki Pendidikan Vokasi, Jateng Cetak Pekerja Migran Profesional untuk Pasar Dunia

Selain itu, masjid juga dinilai dapat terlibat dalam hilirisasi komoditas bernilai tinggi, salah satunya komoditas kelapa yang memiliki potensi ekonomi cukup besar.

Ekonomi Digital

Abdul Kholik juga mendorong generasi muda masjid untuk memanfaatkan ekonomi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang usaha yang lebih luas melalui platform digital maupun marketplace.

Dalam sesi interaktif, peserta pesantren Ramadan Rohis Indonesia Sofyan Fahriza asal Yogyakarta menanyakan bagaimana strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan UMKM masjid.

“Untuk awal, teman-teman harus punya ide usahanya terlebih dahulu, jangan berpikir modalnya dulu, kemudian kemauan yang kuat untuk menjalankan usaha itu, dan terakhir jejaring. Seperti MAJT sudah melakukan banyak hal, event-eventnya banyak sekali dan kita harus berbangga hati MAJT menjadi salah satu yang punya sentra-sentra usaha untuk terus dikembangkan,” jawab Abdul Kholik.

Dialog Kurma tersebut dihadiri jajaran pengurus PP MAJT, di antaranya Dr KH Muhyiddin MAg dan Drs Istajib AS, serta mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Walisongo dan STIE Pena. Kegiatan juga diikuti peserta Pesantren Ramadan Rohis Indonesia dari berbagai daerah di Tanah Air. (Aji)